Sejak mulai aktif menulis sekitar tahun 2008 sampai sekarang, banyak sekali hal-hal baru yang saya pelajari. Bagaimana menulis cerita yang benar secara struktur dan kelengkapan elemen, EYD yang benar, penggunaan tanda baca, sampai seluk-beluk menerbitkan buku. Kali ini saya mau berbagi pengalaman (yang masih seuplik ini) tentang proses menjelang menerbitkan buku sendiri (self published).
Hari gini, nerbitin naskah sendiri jadi buku itu cuma sejarak "klik" di layar komputer. Nggak perlu punya duit buat modal, nggak perlu melewati proses seleksi penerbit, nggak perlu pusing mikirin cover. Pokoknya, kalau mau mah, tinggal "klik" submit naskah dan jeng jeeeng: buku udah siap dipesan dan dicetak sesuai permintaan (print on demand).
Waktu saya ikut kelas Akber Bekasi tentang Book Publishing, Windy Ariestanty ngomong, "Menerbitkan buku jaman sekarang memang gampang, tapi apa kita mau jadi orang yang punya buku (terbit) saja atau mau jadi penulis? Karena dua hal itu berbeda sekali."
Hari gini, nerbitin naskah sendiri jadi buku itu cuma sejarak "klik" di layar komputer. Nggak perlu punya duit buat modal, nggak perlu melewati proses seleksi penerbit, nggak perlu pusing mikirin cover. Pokoknya, kalau mau mah, tinggal "klik" submit naskah dan jeng jeeeng: buku udah siap dipesan dan dicetak sesuai permintaan (print on demand).
![]() |
| Image from http://beyond.customline.com/tag/book-publishing/ |
Waktu saya ikut kelas Akber Bekasi tentang Book Publishing, Windy Ariestanty ngomong, "Menerbitkan buku jaman sekarang memang gampang, tapi apa kita mau jadi orang yang punya buku (terbit) saja atau mau jadi penulis? Karena dua hal itu berbeda sekali."





