Jumat, 03 Juli 2015

Suamiku, Ayah yang Luar Biasa

  63 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

Sosok ayah dalam setiap keluarga pasti istimewa, untuk ibu dan juga anak-anaknya. Begitu juga di keluarga kecil saya. Suami saya juga sosok yang istimewa dan luar biasa untuk saya dan anak-anak. Alasannya apa? Boleh ya, saya cerita sedikit. #senyum

Suami saya tumbuh dalam keluarga kecil dan tidak memiliki saudara perempuan. Satu-satunya sosok perempuan dalam hidupnya sejak lahir adalah Mamah (ibu mertua saya). Hal ini mempengaruhi sifat dan sikapnya sehari-hari. Dalam hal menghadapi anak perempuannya sekarang, dia masih banyak bertanya kepada saya, karena sejak kecil jarang terlibat langsung dengan anak perempuan kecil. Tapi di lain pihak, suami saya menjadi sangat bonding dengan ibundanya. Hal ini adalah satu hal yang saya syukuri sampai saat ini karena dia tumbuh menjadi laki-laki yang sangat menghargai perempuan dan sosok seorang ibu.



Profesi suami saya bukanlah profesi yang umum. Dia seorang jurnalis harian olahraga. Jam kerjanya terbalik dengan jam kerja ayah-ayah lain pada umumnya. Saat hampir sebagian besar ayah sudah sampai di rumah pukul 6 sore, dia masih berada di kantor sampai pukul 2 pagi. Begitulah siklus kerjanya sejak kami menikah. Dulu waktu belum punya anak, dia memanfaatkan waktu pagi sampai siang hari untuk beristirahat. Bukan apa-apa, selain jam kerjanya yang "ajaib" itu, hari kerjanya pun bisa dibilang "unordinary" karena dalam satu minggu hanya punya satu hari libur. SATU! Hari Sabtu adalah satu-satunya hari dia tidak ngantor. Hari Minggu? Justru jadi hari tersibuk dalam satu minggunya di kantor.


Dengan jam dan hari kerja seperti itu, dan dua anak yang butuh perhatian seorang ayah, suami saya pun berusaha mengatur kesehariannya. Banyak pengorbanan yang dia lakukan agar anak-anak tidak merasa jauh darinya. Sebab, kalau waktu pagi hingga siang harinya dipakai untuk beristirahat, bisa dipastikan, suami saya tidak akan pernah bertemu dengan anak-anak.


Sejak 10 tahun yang lalu, alur keseharian rumah tangga kami memang jauh berbeda dari kebanyakan keluarga pada umumnya. Pagi hari walaupun masih dalam keadaan mengantuk suami saya bersikeras untuk mengantar anak-anak ke sekolah. Katanya, "Biar sempat ngobrol di motor sama mereka." Siang harinya, dia hanya sempat beristirahat 2 jam saja sebelum pergi menjemput mereka lagi. Pukul 2 siang dia mulai bersiap-siap ke kantor dan menghabiskan harinya di sana sampai dini hari.


Di sela-sela pekerjaan rutinnya di harian olah raga, sesekali suami saya menerima tawaran menjadi komentator pertandingan sepak bola di televisi. Ini dilakukannya sepulang kerja, jadi bisa dipastikan dia akan sampai rumah sudah menjelang jam 9 pagi. Pernah saya tanya karena khawatir dengan kesehatannya, "Capek, gak? Kalau capek jangan dipaksain." Dia berkata, selama bertanggungjawab dengan tubuh sendiri, dan melakukannya lillaahi ta'ala, insya Allah tidak apa-apa.


Di hari Sabtu sebisa mungkin dia mengosongkan waktunya untuk keluarga. Hanya sesekali saja dia bisa memuaskan hasratnya di dunia musik dengan menghadiri acara komunitas musik yang diikutinya. Itu pun kadang dia bawa anak sulung kami, agar waktunya masih bisa dibagi dengan anak.



Kadang dia harus meninggalkan kami selama sebulan penuh karena tugas meliput pertandingan sepak bola di luar negeri. Saat dikirim  kantornya ke Ukraine dan Afrika Selatan, hampir tiap hari kami komunikasi via chat. Dia selalu menanyakan kabar anak-anak dan saya.


Bertahun-tahun sudah kami menjalani gaya hidup seperti ini. Kadang saya suka meringis sendiri kalau ingat bagaimana dia dulu saat anak-anak baru lahir. Suami saya itu penakut sekali. Sampai usia anak 3 bulan dia tidak berani menggendong anak tanpa didampingi oleh saya. Padahal ikatan batin kan bisa terjalin sejak bayi dengan anak, ya. Menyadari ketakutannya itu, saya pun berusaha untuk selalu ada di dekatnya saat dia menggendong dan mengganti pakaian anak. Sesekali kalau anak kami sedang dimandikan, saya minta dia untuk menyiapkan semua peralatan mandinya. Kalau dia sedang ada keberanian, saya suka minta dia ikut menyabuni anak kami. Sengaja saya memilih sabun dan shampo bayi yang aman, terutama kalau tidak sengaja terkena mata. Saya nggak mau suami saya mendadak panik melihat busa sabun dan sampo masuk ke mata anaknya. Hihihihi. Makanya dari dulu saya selalu pakai produk Zwitsal untuk kedua anak kami. Selain aman di mata, Zwitsal juga teruji Hypo-Allergenic.



Sebagai seorang suami, ayah dan lelaki, dia adalah sosok luar biasa. Saya, anak-anak, memandangnya sebagai laki-laki tekun, gigih, penyabar dan penyayang keluarga. Saya pribadi banyak belajar darinya untuk menjadi istri yang lebih baik. Suamiku, ayah yang luar biasa.

"Hanya cinta yang bisa membuat pengorbanan menjadi bernilai ikhlas yang sempurna."

Selasa, 30 Juni 2015

Cara Maksimal Menikmati Dunia Fantasi

Asalamu'alaikum.

Yang ngaku orang Jakarta, tapi belum pernah ke Dunia Fantasi (Dufan), ayo ngacung! Ya ampun, malu dong ah sama yang tinggal di Bekasi kayak saya. Saya udah berkali-kali ke Dufan, karena emang buat saya theme park paling seru itu adanya cuma di Ancol, Dunia Fantasi. 

Masih inget banget pertama kali ke Dufan saya masih SD, dan sekarang udah punya anak usia SD. Saya nggak pernah bosen tuh main di Dufan. Mau bawa anak kek, atau sama teman-teman sebaya. Fun banget! Apalagi Dufan nggak males upgrade fasilitas dan menambah wahana. Selama setahun terakhir ini aja udah ada beberapa wahana baru yang diluncurkan. Makin lama Dufan makin cihuy. Sejujurnya, saya pernah ke theme park sejenis di Singapura dan Malaysia. Sorry to say, buat saya Dufan's still the best!



Lewat tulisan ini juga, saya mau berbagi cara saya menikmati Dufan supaya maksimal. Maksimal maksudnya, nggak buang-buang waktu karena nyari-nyari lokasi, misalnya. Atau keliling-keliling cari-cari rombongan. Atau malah bingung nyari restoran, musholla dan toilet. Duh, mengganggu banget, ya. Apalagi kalau pergi berombongan bawa anak-anak, ya ibu-ibuu! Yang satu ke mana, yang satu lagi udah minta ke tempat lain. Duh, ngumpulin bocah susah banget. Maunya sih anak-anak jalan bareng #sambilmenggenggamerattanganku, ya. Tapi namanya anak-anak, susah. Apalagi kalau udah liat wahana seru-seru di Dufan. Ngacir semua. Hahaha! 

Saya akan share beberapa tips dan trik supaya kita bisa #liburanserudidufan dan dapat pengalaman #neverendingfun selama seharian penuh di sana. Termasuk, jalur yang bisa kita ambil untuk mengitari Dufan jika bawa anak dan tanpa anak. Simak, ya. Saya niat banget bikinnya, nih. Wkwkwkwk.

Preparation

Standard ya, guys. Kalau mau hepi-hepi seharian, persiapan harus matang. Mulai dari mempersiapkan bawaan. Kenali dulu karakter Dufan itu seperti apa. Lokasinya kan dekat pantai, udara udah pasti panas, maka jangan bawa mantel. Salah kostum banget. Hihihihi. Berikut list benda yang wajib dibawa ke Dufan:

1. Pakaian ganti (yang menyerap keringat).

2. Jas hujan tipis (berguna di kala hujan dan saat main di wahana yang basah seperti Arung Jeram).

3. Topi dan sunglass.

4. Sepatu yang nyaman dipakai (kets).

5. Air minum, handuk kecil dan tissue basah.

6. Payung untuk berjalan keliling Dufan di siang hari.

7. Stroller bagi yang bawa batita (bisa berguna juga untuk geret-geret tas).


8. Tongsis. Yiuuug!


Sampai di Dufan

Jam operasional Dufan di hari biasa mulai jam 10.00 sampai 18.00. Sedangkan di hari libur dan weekend mulai jam 10.00 sampai 20.00. Usahakan sampai di loket sejam sebelumnya. Supaya kita nggak terjebak antrian panjang membeli tiket. 

Harga tiket masuk Dufan yang terbaru berdasarkan website-nya, sampai tanggal 15 Juli 2015 Rp 260.000/orang sudah termasuk Annual Pass. Untuk lebih jelasnya bisa langsung cek ke website Taman Impian Jaya Ancol.

Jangan lupa untuk minta peta (map) di loket pembelian tiket atau minta sama petugas di dalam. Peta ini sangat bermanfaat untuk bisa memaksimalkan waktu kita di dalam Dufan. Terutama buat yang pergi dalam rombongan besar. Langsung tandai toilet, musholla dan tempat makan di peta, ya. Semua lengkap di Dufan, mulai dari toilet, musholla, souvenir shops, F&B Otlets, Medical Center, Information Center sampai Lactation Room untuk ibu menyusui.


Pisahkan rombongan antara anak tingginya masih di bawah 125 cm dan di atas 125 cm. Pastikan ada orang dewasa yang mengawasi masing-masing kelompok, terutama kelompok yang kecil-kecil. Karena sebagian permainan hanya bisa dilakukan jika didampingi oleh orang dewasa, seperti naik Gajah Bledug dan Turangga-Rangga.

Let The Fun Begin In Dufan!

Tiket udah di tangan? Peta udah ada? Perlengkapan siap? Rombongan sudah baris teratur masuk Dufan? Yuk, mulai eksplor Dufan sampai ke ujung-ujungnya!


Turangga-Rangga Sebagai Titik Pusat


Entah siapa yang menasbihkan, tapi seperti ada kesepakatan tidak tertulis untuk semua pengunjung Dufan kalau wahana Merry Go Round (Komidi Putar) Turangga-Ranga yang terletak tepat di depan pintu masuk dan keluar Dufan sebagai titik pusat Dufan. Wahana ini bisa dijadikan meeting point saat mau pulang karena paling mudah ditemukan. Selain itu, Turangga-Rangga adalah wahana inisiasi dan inaugurasi. Baru masuk Dufan, harus naik Turangga-Rangga dulu dan berfoto. Sebelum pulang, naik Turangga-Rangga lagi sebagai wahana penututp, dan berfoto lagi. Nanti sampe di rumah bisa dilihat wajah-wajah before dan after Dufan. Before-nya kinclong, afternya kucel tapi happy. Hahahaha!

a. Jalur keliling Dufan untuk rombongan dengan anak kecil.

Ini jalur terbaik pilihan saya untuk mengelilingi Dufan jika rombongan kita sebagian besar terdiri dari anak-anak usia TK-SD. Dufan terdiri dari 8 wilayah. Tiap wilayah terdiri dari beberapa permainan. Permainan-permainan ini bercampur untuk dewasa dan anak-anak. Hanya beberapa yang sejenis yang terletak di satu wilayah. Di sini gunanya peta yang tadi kita minta di loket.
Jalur paling idealnya adalah:

Jakarta: Turangga-Rangga ---> 

Asia: Bianglala, Gajah Bledug, Baku Toki dan Hello Kitty ---> 

Eropa: Treasure Land Temple of Fire dan Rumah Miring ---> 

Indonesia: Istana Boneka dan Ice Age ---> 

Amerika: Poci-poci ---> 

Kalila: Ubanga-Banga dan Kalila Adventure ---> 

Hikayat: Happy Feet dan Perang Bintang --->


Daan, kembali lagi ke Jakarta, naik Turangga-Rangga

Beberapa permainan yang sifatnya Thrill Ride atau untuk dewasa namun berada di wilayah di atas, bisa di-skip aja karena anak-anak tidak bisa masuk.

b. Jalur keliling Dufan untuk rombongan tanpa anak kecil (dewasa semua)

Beberapa wahana di Dufan menang ada yang dkhususkan untuk anak-anak usia 5 tahun ke bawah. Nah, daripada keburu kecele udah jalan jauh, tau-tau gak bisa main, ikutin jalur yang saya pilih ini aja untuk rombongan tanpa anak kecil, ya. Mostly, permainan di jalur ini bersifat Thrill Ride. Bikin jantung hampir copot. Tapi emang itu yang dicari, kan? Hihihihi.

Jakarta: Turangga-Rangga --->

Amerika: Niagara-Gara --->

Indonesia: Tornado dan Alap-Alap --->

Eropa: Hysteria dan Kicir-kicir --->

Yunani: Ombang-Ambing, Halilintar, Pontang-Panting dan Ontang-Anting --->

Hikayat: Burung Tempur, Rajawali dan Arung Jeram --->

Asia: Bianglala dan Kora-Kora --->

Lalu kembali lagi ke Jakarta naikTurangga-Rangga.

Satu lagi, sebelum kelupaan, Dufan di waktu liburan biasanya ramee banget. Sabar-sabar ngantri ya. Dan jangan lupa, antri yang tertib. Jangan sampai suasana happy liburan kita rusak karena nggak mau tertib sama peraturan. Buang sampah pada tempatnya, ya. Yang masih anak-anak jangan lupa #gandengtangan terus sama Mama Papa, ya. Dan kalau waktunya pas, kita bisa lihat parade keliling Dufan dan pesta kembang api, lho. Tanyakan aja sama petugas yang banyak di seputar Dufan.



Semoga tips dan trik dari saya ini bermanfaat ya buat teman-teman yang mau eksplore Dufan to the max. Enjoy liburan di Dufan! #inidufankami




Senin, 29 Juni 2015

Sepetang Bersama Blogger 2015, Make New Friends and Keep The Old Ones (Part 3)

Assalamu"alaikum.

"Every new friend is a new adventure. The start of new memories."Patrick Lindsay

Bepergian buat saya lebih dari sekedar cuci mata dan refreshing. Untuk sebagian besar orang juga, traveling adalah kesempatan bertemu dengan orang di luar lingkaran kehidupan rutinnya. Begitu juga yang terjadi kemarin saat saya dan teman-teman saya mendapat kesempatan untuk menghadiri acara Sepetang Bersama Blogger 2015 di Malaysia.

Perjalanan ke Malaysia ini sebenarnya bukanlah perjalanan pertama saya. Tapi saya nggak bisa mungkir kalau ini terasa seperti pengalaman pertama. Entah karena emang saya yang jarang bepergian alias kurang piknik, atau mungkin karena perjalanan  kali ini saya pergi dengan rombongan blogger (which is ini pertama kalinya buat saya). Dalam hati ada perasaan seru-seru gurih dan kecut-kecut manis. Hahahaha.


Rombongan dari Indonesia adalah kami berlima: saya, Anazkia, Pungky, Una dan Darul. Saya sudah akrab sejak lama dengan Anaz dan Pungky. Tapi dengan Una dan Darul baru pertama kali bertemu di bandara Soeta menjelang keberangkatan kami ke Malaysia. Alhamdulillaah, begitu ketemu, kami bertiga langsung "klik". Nggak terjadi adegan lirik-lirikan aneh atau hidung kembang-kempis nyium aroma mencurigakan. Yah, pokoknya kita langsung connect, gitu aja.

Sebagai yang paling tua mamah muda jelita dalam rombongan, saya nggak merasa mereka berempat sungkan sama saya. Kadang malah suka kurang ajar, emang. Wkwkwk. Tapi saya bersyukur mereka nggak jaim-jaim sama saya, karena saya juga dari awal udah gagal mau pencitraan sebagai mommy yanga ngemong sama mereka. Jadi ya sudahlah ya, terima nasib aja. Mamah muda cantik jelita gagah perkasa ini akhirnya sering juga kebagian jadi korban bully teman seperjalanannya. -_-



Selain mereka berempat, saya juga dapat buanyak teman baru dari perjalanan 4 hari 3 malam di Malaysia ini. Mulai dari di bandara Soeta, acara SBB, sampai pulang lagi ke Indonesia. Saya berusaha merekam semuanya, semampu kapasitas memori soak otak saya. Demi supaya perkenalan ini tetap terjaga, saya pun memutuskan untuk menulisnya di blog.

Lewat tulisan ini saya mau cerita tentang mereka-mereka yang saya temui sepanjang perjalanan dan kesan-kesan saya sama mereka. Hampir semua meninggalkan kesan yang mendalam. Bahkan beberapa orang yang tidak saya kenal dan ketemu secara random pun masih saya ingat sampai sekarang.



Lewat lomba di blognya, Anaz menjadi pembuka rejeki saya dari Allah untuk bisa melawat ke Malaysia dari blogging. Perkenalan saya dengan Anaz sudah lumayan lama, sekitar 3 tahun lalu kayanya. Kami pertama kali ketemu di acara Kompasianival 2013. Setahun belakangan ini kami mulai sering diskusi intens lewat inbox. Macem-macem yang diobrolin, biasanya seputar kegiatan blogging (dan kadang nyelip tsurhat-tsurhat galau). Bhik. Saya sudah tahu karakter Anaz yang down to earth dan bersahaja sejak lama. Menghabiskan waktu bersama Anaz selama 4 hari di Malaysia makin membuat saya mengenal Anaz lebih jauh. Selain rendah hati, Anaz adalah sosok orang yang tidak mudah lupa diri. Segitu dielu-elukannya Anaz di acara SBB 2015 sebagai blogger yang berjaya di Indonesia, Anaz tetap dengan gayanya yang sederhana. Saya yang kebanyakan gaya tapi minim prestasi gini harus belajar banyak dari Anaz.



Males banget ngebahas dia lagi di blog saya ini. Udah banyak postingan tentang Pungky di sini, apa perlu saya tambahin lagi? Hhhh ... baca aja sendiri di sini dan sini, yes? Yang jelas, 4 hari sekamar sama Pungky memperjelas kenapa kami bisa memiliki ikatan batin yang kuat. Satu, kita berdua sama-sama kebo. Dua, kita berdua suka ngeributin hal-hal yang gak penting dan lupa sama yang penting. Yang bikin beda saya sama Pungky hanyalah dia berhasil "pupita" di Malaysia, dan saya tidak. Demikian ....



Jujur, saya baru kenal Una sehari sebelum kami berangkat ke Malaysia. Waktu itu nama Una masuk dalam rombongan last minute, karena Icus batal berangkat. Saya buru-buru ke blognya. Melihat tampilan blognya, saya tau saya pernah main ke blog Una. Cuma lupa kapan. Kebiasaan saya, lebih inget tampilan blog daripada nama blog. 
Hari pertama ketemu Una, saya langsung sirik karena dia masih muda suka jalan-jalan ke luar negeri sendiri. Saya suka heran, kenapa dulu waktu saya seumuran dia, gak kepikiran buat traveling solo, ya? Padahal modal bahasa Inggris saya lumayan. Kalau soal uang, bisa diusahakan karena dulu saya bekerja. Keberanian? Rasanya saya juga nggak penakut-penakut amat. Tapi kenapa nggak kepikiran untuk bepergian sendiri dulu, waktu saya belum menikah? Ah, cudahlah. Yang penting sekarang bisa jalan-jalan sama Una. Ihihihi.



Waktu tau ada satu cowok dalam rombongan, dalam hati saya mengucap syukur alhamdulillaah. Terima kasih ya Allah, ada yang bisa bantuin bawain tas. Wakakakak. Saya nggak kenal Darul sebelumnya (dan ngaku-ngaku gaul). Tiga hari sebelum berangkat saya kepoin blognya Darul. Barulah saya nyadar, "Ish Darul blogger eksis ternyata." Ini akibat kurang piknik ke acara-acara blogger kayanya sayah. -_-
Darul adalah tipikal anak muda yang sopan dengan pembawaan menyenangkan. Dia suka ngobrol tapi dia juga pendengar yang baik. Sebagai seorang emak-emak, insting saya langsung jalan: Darul adalah contoh calon menantu idaman. Penampilan pun gak ancur-ancur amatlah. Sok ateuh gadis-gadis, daftar sama saya. Hahahaha.






Beliau adalah sosok blogger yang populer di Malaysia. Pernah mendapat banyak penghargaan seputar blogging dan seorang entrepreneur yang gigih. Di hari H acara SBB 2015, kami mendapat kesempatan langka bisa mengenal beliau lebih dekat. Beruntung bisa mendapatkan ilmu dari beliau dan semoga bisa mempraktekkannya segera. Pesan yang sangat mengena dari Encik Amir (dan juga menjadi tagline blog-nya) adalah: Hidupkan Untuk Memberi (Hidup Untuk Memberi). Nilai dasar dari nge-blog benar-benar diaplikasikan beliau ke dalam setiap elemen kehidupannya. 



Mak Rena, saya biasa menyapanya, karena kami sama-sama tergabung dalam komunitas KEB adalah teman lama di dunia maya. Selain latar belakang kami yang mirip (sama-sama penulis), dan sama-sama suka ngeblog, saya lumayan akrab di grup. Bercengekerama becanda-becanda gak jelas, gara-gara udah capek liat setrikaan numpuk. (Liat doang aja udah capek. gimana nyetrikanya?). 
Mak Rena tinggal di Kuala Lumpur. Begitu Anazkia mengadakan lomba untuk memilih blogger yang berangkat ke Malaysia, Mak Rena komentar kalau dia ingin hadir juga karena pengen ketemu dengan saya (dih, GR banget, mak!). Padahal waktu itu belum tentu saya yang kepilih. Hahahaha. Cuma saya terharu aja, Mak Rena ngedoain saya supaya terpilih, jadi kami bisa bertemu nanti di Malaysia. Terharu, dong. Makanya namanya Mak Rena pun saya sebut-sebut sebagai salah satu alasan kenapa saya ingin hadir di acara SBB 2015 itu. 
Yakin banget saya, salah satu yang membawa saya akhirnya beneran terbang ke Malaysia adalah karena doa dari Mak Rena juga. Begitu kami ketemu, saya rada bengong dikit. Eh buset, tinggi kurus langsing dan putih orangnya. Saya langsung merasa apalah apalah dengan kulit geseng abis berjemur setengah hari di Taman Cabaran Putrajay, plus tanpa mandi pulak! #pakepupur #semprotparfum
Yang bikin makin terharu, Mak Rena bayar untuk daftar ke acara SBB, tapi cuma datang buat ketemu sama kami berlima. Bawa-bawa rombongan 3 anak dan satu suami (ya masa dua suami?), trus cekrek-cekrek foto-foto sama saya, abis itu pamit pulang! Astaga! Itu 30 ringgit lho, mak! Minimal makan dululah biar gak rugi-rugi amat. Hahahaha. Seneng banget bisa ketemuan sama dirimu dan sempat foto bareng.

Blogger Malaysia


Sempat pernah ngerasain hadir di beberapa acara blogger di Jakarta, biasanya emang suka bikin susah move on, karena sering ketemu teman-teman baru yang menginspirasi. Begitu bisa ketemu teman blogger dari Malaysia, makin susah move on saking senengnya. Kena berbagi cerita tentang blogging dan berinteraksi narsis lewat selfie. Semuanya seru! Mudah-mudahan next bakalan ada acara blogger lintas negara lagi kayak gini, mau diadain di mana kek, yang jelas kegiatan serupa ini banyak manfaatnya. Sayangnya kemarin percakapan besarnya tidak sampai ke rencana kolaborasi antar negara. Semoga nanti bisa ada kegiatan yang bisa membuat blogger-blogger wilayah ASEAN punya planning konkrit dalam berkolaborasi untuk kemajuan ASEAN. Aamiin.


Di acara SBB 2015 selain Encik Amir sebagai sang pemrakarsa, ada yang namanya Rakan Strategik. Mereka ini adalah blogger-blogger yang mendukung acara SBB dan langsung terlibat dalam persiapan , pelaksanaan dan penutupan. Mereka semacam panitia inti penyelenggara SBB 2015. Alhamdulillah sempat berkenalan secara pribadi dengan beberapa nama. Saat pulang ke Jakarta, kami bahkan satu pesawat dengan dua di antaranya. Senang berkenalan dengan anda semua: Abangensem.com, Pendekarberkuda.org, Profhariz.com, Khirkhalid.com, Sohoque.com, Mrspuex.blogspot.com, Namiacinta.com, Blogretis.com, Dengarisaya.blogspot.com, Norfanil.com, Nurseira.com, Melastikbintang.com dan Halimbrothers.com. Semoga bisa bertemu di lain waktu.



Bule Australia ini sama-sama mengantri masuk pesawat di bandara Soeta menuju KL. Dia menyapa saya dengan bahasa Indonesia, dan sapaannya kurang tepat. Lalu saya meralatnya, dan mulailah kami berbincang ringan. Begitu tahu kami adalah rombongan blogger dari Indonesia dan sedang memenuhi undangan acara blogger di Malaysia, Matt langsung mengambil kameranya dan mengajak saya selfie. Kami pun sempat bertukar kartu nama. Hope we can meet again someday, Matt. 

My Family in Malaysia






Syukur alhamdulillaah, kami mendapat satu hari free di Malaysia sehingga sempat eksplore Kuala Lumpur dan ketemu dengan keluarga saya yang ada di Malaysia. Niat awal saya yang ingin menyempatkan ketemu dengan dua keponakan saya akhirnya kesampaian. Ditambah sempat bertemu juga dengan saudara jauh dan teman masa SMA saya. Alhamdulillah, silaturahim terjalin kembali.


Kamis, 25 Juni 2015

Sepetang Bersama Blogger 2015, Go Global, Bloggers! (Part 2)

  44 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

"It's time for bloggers to aim for global market." Aqif Azizan (Web Media Entrepreneur)

Mari kita lanjutkan cerita dari perjalanan kami ke Sepetang Bersama Blogger 2015 di Malaysia kemarin. Setelah Treasure Hunt yang diawali dengan drama nggak mandi beberapa blogger dari Indonesia ini (memalukan, tapi menyenangkan), acara SBB 2015 dilanjutkan dengan istirahat, makan siang dan sharing session.



Sharing session ini juga paling kita tunggu-tunggu, karena Anazkia akan jadi salah satu panel tamu dan berbagi tentang perjalanannya selama menjadi blogger. Sebelum sharing session dimulai, kita dijamu dengan makan siang ala ala barbeque daging domba dan ayam, cuy! Ihiy banget aromanya, apalagi setelah bercampur dengan keringet yang ikutan Treasure Hunt plus yang nggak mandi. Untuuung gue gak ikutan Treasure Hunt, rada ketolonglah aroma badan ini. Huahahaha! Tapi asli, makan siang yang disajikan oleh BBQ and Rental ini nendang banget enaknya. Pengen nambah sebenernya, tapi malu ( malu sama bau kambing). Wkwkwkwk.


Pas kita lagi asik ngunyah-ngunyah, muncullah sosok yang auranya kenceng banget. Padahal saya belum ngeh siapa beliau. Tapi begitu masuk arena Taman Cabaran Putrajaya siang itu, semua orang langsung noleh ke beliau. Begitu saya lihat beberapa blogger Malaysia ngajak selfie beliau, saya langsung ngeh. Aha! Ini dia nih, man of the day: Encik Amir, si pemilik Denaihati yang menyelenggarakan kegiatan SBB ini. Tadinya kita rada-rada sungkan mau negur duluan, soalnya Anaz gak keliatan di mana-mana. Harusnya sama Anaz dong nyapa Encik Amir. Tapi beliau ternyata memang sosok yang humble banget. Kita beraniin untuk menyapanya, beliau langsung ngajak selfie. By the way, sepanjang acara sampai kelar, kayaknya ada ratusan selfie di henponnya Encik Amir ini. Suka banget selfie doi. Hihihihi.


Nggak lama, sharing session dimulai dan dibuka dengan sharing dari seorang Web Media Entrepreneur terkenal di Malaysia, Aqif Azizan. Awalnya saya rada ngantuk mau dengerin sharingnya. Mana cuaca siang itu di Putrajaya asoy banget buat berendem di empang. Tapi begitu Aqif memaparkan seluk-beluk pekerjaannya di dunia media digital, mata langsung melek. Hwowh!

Aqif mengajak blogger untuk melihat kegiatan blogging kita dalam skala besar. Get the big picture. Pertanyaan awalnya adalah, "Siapa yang sudah menjadi full time blogger di sini?" Hanya dua orang yang mengangkat tangan dengan ragu-ragu. Lalu Aqif bertanya lagi, "Siapa yang berencana untuk menjadi full time blogger?" Lagi-lagi cuma segelintir orang yang mengacungkan tangan. Aqif tertawa kecil sebelum memaparkan kenapa dia bertanya seperti itu. 

Blog adalah bisnis yang sangat besar. Kita hanya perlu memahami dan mengolahnya dengan tepat. Bagaimana caranya? Tiga langkah besar disampaikan oleh Aqif:

Build the blog, skill the blog, sell the blog.


Aqif memberikan contoh blog-blog yang namanya kini besar dan berharga jual mahal di dunia maya seperti Mashable dan Huffington Post. Mereka semua berawal dari blog biasa seperti milik kita ini. Jika kita bercita-cita untuk bisa menjadi full time blogger yang menggantungkan pencarian di sana, maka jangan sesekali menganggap blog kita sebagai barang murahan. Anggap blog sebagai bisnis, sehingga kita wajib untuk punya plan dalam membangun dan memperkaya blog kita. Awalnya apa yang Aqif share ini buat saya terlalu WOW. Mungkin teman-teman yang baca sampai di sini pun merasa begitu. Kesannya kok blog cuma jadi bahan buat cari duit doang, ya? Tapi setelah mendengar uraian panjang selanjutnya, saya paham. Apa pun tujuan kita memiliki blog, tetap tidak tepat kalau kita menganggap blog hanya sebagai tempat menulis. Ada banyak kesempatan di sana. Dan semua bermuara dari berbagi konten.

Aqif sendiri menekankan sekali tentang pentingnya menulis sesuatu yang kita sukai di blog, karena itulah nanti yang akan membuat skill blog kita meningkat. Nggak usah fokus ke trafik, sebaliknya fokuslah pada engagement dengan pembaca. Karena dengan engagement itulah kita memiliki data base yang nantinya akan sangat berguna jika kita hendak mulai memberdayakan blog kita. 


Aqif juga berbagi trik bagaimana caranya agar blog kita bisa masuk dalam perhitungan global market. Coba deh sering-sering main ke Amazon, lalu liat buku-buku best seller yang ada di sana. Pilih satu buku (sebaiknya buku best seller tentang motivasi, karena pembacanya banyak sekali). Ambil satu, bahas di blog kita. Dari sana engagement yang besar akan terjadi. Terutama kalau ditulis dalam bahasa Inggris, ya. Kita kan lagi ngomongin mau jadi blogger yang mengglobal. Eheuy. 

Tips lain dari Aqif, "Jangan jalan sendiri. Mari Berjama'ah." Nah, bukan sholat doang yang pahalanya lebih gede kalo berjama'ah, yes. Ngeblog juga kalo berjama'ah bakalan lebih banyak memberi manfaat. Maksudnya ya join komunitas, aktif dalam kegiatan sharing blogger dan forum, dan macem-macem lagi. Karena inti dari berjama'ah itu adalah networking. Networking sangat krusial dalam dunia bisnis. Sedikit tambahan dari Aqif, jangan cuma banyakin tulisan di blog, tapi banyakin juga promo tulisan. Selalu ingat, tulisan kita pasti ada yang nunggu di luar sana. Jadi tulis, publish, promote dan lupakan. Suatu saat kerja keras kita akan kembali ke kita lagi.

Setelah Aqif berbagi, tiba giliran Anaz. Bangga nempel ke Anaz datang ke Malaysia, hihihi. Encik Amir sendiri memperkenalkan Anaz sebagai blogger yang berjaya di Indonesia. Ihiiy! Buat sebagian dari kita pasti udah kenal sosok Anazkia. Bermula dari kegiatan ngeblognya saat Anaz masih bekerja di Malaysia sebagai BMI, hingga sekarang sebagai blogger yang aktif di kegiatan sosial dan mendapat banyak penghargaan. Saya nggak bisa menahan haru saat teman-teman blogger dari Malaysia bertepuk tangan ketika Anaz selesai menceritakan pengalamannya ngeblog. Tampak sekali mereka takjub. 


Setelah itu, Encik Masrukhin dari e-Qurban pun sharing perjalanan ngeblognya yang akhirnya bisa membawanya mengembara keliling Eropa Timur dalam 46 hari. Beliau berbagi cerita perjalanannya yang sangat inspiratif kepada kami semua. Kita yang denger cuma bisa nganga sambil mupeng. Ihhwowh banget bisa keliling Eropa dari ngeblog. 

Siang makin terik, menjelang senja. Tapi mata masih seger karena masih ada cabutan bertuah (door prize yang ditunggu-tunggu) dan pengumuman pemenang Treasure Hunt. Kita berlima yang udah pasti gak ikut dicabut bertuah (apaan istilahnya ini? Hahaha), santai aja. Paling nungguin pengumuman kelompok mana yang menang Treasure. Ealaah, rejeki si Pungkay. Kelompoknya menang juara 2, dapet duit RM 1,200. Wkwkwkwk, jajanin roti prataaa di kedai mamaaak! 


Sekali lagi, terima kasih kepada Denaihati, Yeos Malaysia dan semua penaja (sponsor) acara Sepetang Bersama Blogger 2015 karena sudah mengundang kami ke sana. Benar-benar pengalaman tak terlupkan. Mudah-mudahan ada kesempatan bertemu di lain waktu. Peluuuk! ^_^

"Jangan takut untuk menjadi blogger bertaraf dunia mulai dari sekarang. Katakan boleh pada diri kita sendiri." Denaihati