Entah karena saya yang selalu apes, atau memang saya yang kurang sabar. Setiap harus berhadapan dengan pelayanan publik, selalu ada saja yang mebuat saya naik darah dan komplain. Sebut saja saat harus membuat pasport di kantor imigrasi dengan membawa bayi usia 6 bulan, atau saat membuat SIM dengan kondisi meninggalkan anak bayi saya yang masih ASI ekslusif di rumah. Sampai hari ini hendak mengambil uang melalui Western Union di sebuah Bank ternama di Indonesia.
Diawali dengan masuk ke dalam bank tersebut tanpa disambut petugas keamanan yang selalu siap menyodorkan nomor urut, saya akhirnya harus celingak-celinguk sendirian mencari tahu kemana saya harus mengurus pengambilan uang ini. Customer Service yang berjumlah tiga orang dalam ruangan yang tidak terlalu besartersebut tampaknya tidak menyadari bahwa ada customer-nya yang sedang bingung, tampak tenang-tenang saja dengan urusannya masing-masing. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya kepada salah satu dari mereka. Dan mereka pun akhirnya memberikan saya form yang harus diisi.
Selesai mengisi data saya duduk manis menunggu dipanggil. Sampai sekitar 20 menit baru saya sadar bahwa saya belum diberi atau mengambil nomor urut (yang diletakkan entah dimana, karena saya tidak melihatnya pada saat saya masuk). Ketika satpam masuk barulah saya bertanya dimana saya bisa ambil nomor urut, karena ternyata petugas CS memanggil nasabah berdasarkan nomor urut. Sang satpam menunjukkan sebuah box kecil yang terletak di sudut meja CS paling ujung, yang tidak mungkin langsung bisa diketahui kalau itu adalah tempat nomor urut pemanggilan.
Dengan sedikit dongkol, karena saya sudah dilewati oleh satu orang customer yang datang lebih belakangan dari saya, akhirnya saya mengambil nomor urut.
Kembali saya duduk manis menanti panggilan. Orang sebelum saya sudah selesai dilayani, dan saya bersiap-siap dipanggil. Tapi apa daya sang CS masih ada pekerjaan lain yang lebih penting dari melayani customer yakni menelpon, membolak-balik berkas dari mejanya, kembali menelpon, berjalan ke meja supervisor, kembali ke mejanya, sibuk kembali dengan berkas-2nya, kemudian menelpon kembali...sampai 30 menit!!!
Puas melihat sang CS megal-megol didepan mata saya dengan kesibukannya yang tidak serve the customer, saya naik pitam. Saya datangi sang CS dan memberikan nomor urut saya sambil mengucapkan "terima kasih" dan berlalu.
Deeee....
Gw ke bank lain aja. Mudah-mudahan di bank lain gw lebih beruntung yah, neeek!!!!
Dah, neeek....!!!!
Related Posts:
Posie Pixie and The Pancakes, Children Book Story Review Assalamu'alaikum. I was so lucky that few weeks ago I received an offer on my e-mail. Someone offered me a bunch of new books to be read and revie… Read More
Pengumuman Pemenang Lomba Share Tips Menabungmu Bersama Cermati Assalamu'alaikum. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua peserta Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Cermati. Saya dapat banyak pelaj… Read More
Suamiku, Ayah yang Luar Biasa Assalamu'alaikum. Sosok ayah dalam setiap keluarga pasti istimewa, untuk ibu dan juga anak-anaknya. Begitu juga di keluarga kecil saya. Suami saya j… Read More
[REVLON “Colorful Affair” Challenge] Double Liner untuk Kepribadian Praktis Assalamu'alaikum. "Memakai make up itu bukan seperti pakai topeng. Make up itu untuk menonjolkan kelebihan wajah kita dan menyamarkan kekuranganny… Read More
Toko Mainan Ori Online Terlengkap di Indonesia Assalamu'alaikum. Tinggal menghitung hari menuju Hari Raya Idul Fitri, ya. Waah, semoga puasanya lancar sampai akhir. Ngomongin lebaran, udah pada… Read More
0 comments:
Posting Komentar