Minggu, 19 Februari 2012

Free from Pain, Free from Sorrow (Tribute to Whitney)

  5 comments    
categories: 

Kadang saya suka merasa konyol sendiri kalau melihat orang terkenal meninggal dunia, dan para penggemarnya sedih sampai nangis-nangis. Ngapain sih sampai gitu amat. pikir saya? Toh dia dan kita tidak saling terhubung dalam kehidupan kita masing-masing. Eh, ternyata, Sabtu lalu saya jadi salah satu dari mereka waktu mendengar Whitney Houston meninggal dunia. Hiks...Rasanya sedih banget. Padahal apa pula hubungannya Whitney Houston sama kehidupan saya selama ini? Saya langsung teringat masa-masa kecil saya beranjak remaja. Hidup saya dikelilingi lagu-lagunya. Dari mulai I Wanna Dance With Somebody, The Greatest Love of All sampai I Will Always Love You. Saya tumbuh dalam masa-masa kejayaannya. Kemana pun saya pergi, lagu-lagunya selalu terdengar dimana pun. Saya rasa, pasti ini yang membuat saya merasa 'dekat' dengannya walaupun kami tidak terhubung secara langsung.


Terlepas dari masa akhir usianya yang bergelimang alkohol dan narkoba, Whitney bagi saya adalah inspirasi bagi banyak orang melalui lagu-lagu yang dinyanyikannya. Kenyataan kalau menjelang dia menutup mata karirnya meluncur drastis menuju kehancuran, tidak bisa menghilangkan fakta bahwa dia adalah seorang penyanyi yang tak tergantikan. Diva is diva, that's all I can say...

Semalam saya melihat upacara menjelang pemakamannya melalui CNN. Beberapa kerabat dan keluarga mengucapkan kata-kata perpisahan untuknya. Beberapa penyanyi terkenal seperti Alicia Keys, Stevie Wonder dan R. Kelly menyanyikan lagu persembahan terakhir mereka untuk mendiang. Suasana duka sebenarnya tidak terlalu terasa, saya melihat justru mereka tengah merayakan sesuatu. Apalagi saat melihat Kevin Costner menyampaikan pidato perpisahannya untuk Whitney, sekilas tampak dia justru tengah stand-up comedy, karena begitu banyak gelak tawa terdengar sepanjang ceritanya tentang Whitney. Walaupun jelas sekali suaranya bergetar karena menahan kesedihan, tapi suasana perayaan terasa lebih kuat dibanding kedukaan dalam upacara tersebut.

Saya yang berkeyakinan lain, melihatnya sebagai sesuatu yang tidak ada bedanya dalam agama saya. Dalam Islam pun kita tidak diijinkan oleh Allah untuk sedih berlebihan saat keluarga kita meninggal dunia. Dan satu hal yang selalu saya ingat adalah, dalam Islam, dikatakan bahwa. "Jenazah/orang meninggal adalah nasehat bagi yang hidup." Dan subhanallah, itu juga yang saya temukan saat Pat Houston (kakak ipar Whitney Houston) menyampaikan pidatonya. Saya tak dapat menahan air mata saya saat mendengar penuturannya tentang mendiang semasa hidup dan beberapa kalimatnya yang begitu menginspirasi. Sempat disebutkan kalau mendiang sempat merasa sedih karena keadaannya sekarang ini, tapi lagi-lagi, semua disikapi dengan lapang dada dan penuh cinta oleh keluarga Houston.

Saya berhasil menemukan video speech Pat houston itu di youtube, silahkan lihat di sini, dan ini adalah beberapa kalimat yang sempat saya tangkap dari pidatonya yang emosional itu.

When someone dies, we're sad, we're angry, we're stunned, we're often be wildered, we may even feel abandoned.
But the more I think of her life, the more I think that she's so save and so precious in the eyes of God that he (God) carefully considered the time for her to come to another level and peace.
I'm even more confident by the fact that all of her times are all on his (God) hands.
Today the world is celebrating the life and times of this magnificent woman of grace, beauty and enormous talent.
Today the world's saying good bye in a way to that incredible soul.
Today, we as a family celebrate a life of our sister, our daughter, our mother and our friend.

There's so much I can say about her. ...
A life sometimes misunderstood, even by herself, but a life nevertheless that gave joy, happiness, enthusiasm, peace and beautiful music to millions of people across the world.
With all that I have been privilledge to know about her, to share with her, what I can say for sure is that even when she was tired or a bit lost, she gave...and gave...and then gave some more. When she did not want to do things, she did them anyway.
And we are so much better for it. One of her favorite song was Home, Home, America! ...
Her work ethics were impackable , she was on top of her game....
My last conversation with her was in Beverly Hilton, we were having lunch.
She had concerned about information she'd heard about her.
And I reminded her that in her 20's she gave the world her life with her golden voice.
In her 30's and 40's she gave her life to her husband and her child.
And she was approaching her 50's and it was time for her to leave, for Whitney.
She said, "Because He (God) lives, I can always face tomorrow." And she had a huge smile on that oh-so-beautiful face.
To our brothers, Gary, Michael and Johny, and her nieces and nephews whom she loved very much, a friend sent a note that reminding us that our dear sister, aunt, mother, friend in Christ has been set free.
Free from pain, free from sorrow, free from crying, free from sin, free from death.
We will see her again.
Until then, she rests peacefully in the Lord's presence.
For those of you that were unable to view her body, imagine her performance in The Greatest Love of All. The way that she looked. May God's presence and His words comfort you. ...

Whitney Elizabeth Houston, there are no words that can describe how I feel right now.
I didn't think that I could do it, but she's always telling me to stand. "You stand! I need you!" And today I stand to say, that the legacy that she left was music, but what she left for you was her love for God

By the way, Kampung Fiksi mengadakan event menulis Tribute to Whitney, silahkan lihat infonya di sini. Event ini diadakan semata karena sebagian dari kita tumbuh dalam iringan lagu-lagunya yang luar biasa semasa kita remaja. Hal lain seputar kehidupan pribadinya, biarlah menjadi urusannya dengan Tuhan. Kami tidak mendukung kehidupannya yang sempat terjerumus narkoba, kami hanya ingin mengingat bahwa ada satu masa dalam hidup sebagian dari kita, di mana suara emas Whitney Houston menemani hari-hari kita. Hasil penjualan buku Tribute to Whitney ini nantinya akan disumbangkan untuk Taman Baca Mahanani, bisa dibaca di sini.

5 komentar:

  1. waktu penguburan dan meninggalnya lama sekali ya mbak

    BalasHapus
  2. diva is diva, setuju Mak... namun tetap saja... narkoba hanyalah jalan pintas bagi kehancurannya. sempat terpikir, mengapa seorang Diva seperti whitney bisa sampe begitu? ah tapi ya sudah. Semoga menjadi pembelajaran buat kita semua.

    BalasHapus
  3. udah mbak...jangan sedih lagi, meski mbak whitney sudah meninggalkan kita....kan masih ada mbak anggun to....hehe...(nggak nyambung ya..?)

    BalasHapus
  4. Kalo aku sebenarnya ga terlalu suka whitney, tapi pas dengar dia meninggal, rasanya gimanaaa gitu. Sayang banget dengan talenta seperti itu disia2kan..

    Tapi ya sudahlah, pelajaran buat artis2 lainnya supaya ga menyia-yiakan hidup dan bakat yg dimiliki

    BalasHapus
  5. masa kecil beranjak remaja saya tidak ditemani oleh Whitney Mba melainkan sama Westlife *apasih :D

    saya juga pernah nangis gara-gara Dumbledore tewas dibunuh sama Profesor Snape *apapula

    Yup.. kematian adalah pelajaran bagi yang masih hidup *inibarukomenyangbenar hehe

    BalasHapus