Kamis, 16 April 2015

Melatih Anak PD dan Terampil Berbicara dengan Membuat Home Video

  13 comments    
categories: , ,
Assalamu'alaikum.

Saya orangnya emang gemesin. Maksudnya, suka gemes sama orang. Eh Itu gemesan, ya? Beda tipislah, ya. Pokoknya, saya suka gemeeesss, terutama kalau sama anak-anak, nih. Apalagi anak sendiri. Apalagi kalau anaknya betingkah nyebelin. Wakakakak.

Salah satu yang suka bikin saya gemes sama anak-anak saya adalah mereka ini "jago kandang" banget. Di rumah aja, berani banget berdebat sama emaknya. Giliran di luar rumah, ketemu orang lain, mulut susah banget kebuka. Kadang cuma ditanya pertanyaan sederhana kayak, "Apa kabar?" mereka malah nunduk malu-malu dan gak jawab, coba! Hiiih, gemeeessss! Dulu saya sempet jadi ibu yang modelnya: kalo gak ada yang liat, pelototin bocah sambil ngasih kode, "Jawab dong kalo orang nanya!" dengan pandangan penuh ancaman dan tangan siap nyubit. (Mak, lo ibu kandung apa ibu boleh nemu di kandang monster, sih?). Huhuhuhu, iya. Saya mah jujur, pernah sempet jadi ibu yang model begitu. Da' saya mah apa atuh, hanya seorang mamah cantik seksi semlohay bersinar di bawah mentari pagi yang dulu demen amat sama yang namanya pencitraan demi mendapat predikat Super Mom. Panjang yeee. :P



Alhamdulillaah, sekarang udah tobat. Dulu khilaf. Hahahaha. Capek ternyata ngejar predikat Super Mom itu. Apalagi kalau membanding-bandingkan diri sama ibu-ibu yang penyabar, rajin bangun pagi dan rajin mandi. Duh, rasanya saya ini apalah. -_- *nyium ketek sendiri*

Tapi kan, tetep aja kepercayaan diri anak itu perlu ditumbuhkan. Alhamdulillaah, kalau di sekolah dan sama teman-teman seusia mereka, anak-anak saya lancar berkomunikasi. Tapi kalau lingkungan sudah bercampur, mereka bawaannya mau sembunyi aja di bawah ketiak saya. Entah, mereka ngeh atau nggak kalau emaknya jarang mandi. 

Akhirnya mikir gimana cara yang enak supaya mereka bisa latihan PD ngomong sama siapa aja. Yang paling pertama saya tanamkan adalah: Nggak salah kok mengeluarkan pendapat atau bertanya kalau tidak mengerti. Ini aja sebenarnya udah susah banget, karena bawaan lingkungan juga kali, ya? Turun-temurun kayanya kita dibangun dalam suasana kelas dan keluarga yang (konon) katanya demokratis, tapi nyatanya mau nanya atau berpendapat aja suka takut duluan. Ini harus dihentikan sekarang juga.

Langkah selanjutnya adalah mencari media untuk latihan PD bicara dan latihan ketrampilan mengolah kata dan kalimat supaya dimengerti oleh lawan bicara. Saya berusaha menyesuaikan dengan minat anak-anak aja. Si Fadhil yang doyannya main game online dan nonton tutorial game di Youtube saya fasilitasi dengan webcam dan headset. Saya minta dia untuk menyelesaikan satu project untuk membuat tutorial game dengan wajahnya masuk ke dalam frame dan suaranya sendiri yang menjelaskan tutorial. Walaupun videonya belum jadi sampai sekarang (karena terpotong persiapan UN yang sebentar lagi), tapi proses belajarnya sudah berjalan. Dia belajar sendiri lho nyari tahu gimana caranya merekam game dan dia dalam satu frame yang sama dan merekam suaranya. Ya, anak-anak saya memang paham banget kalau emak sama bapaknya gaptek. Huahahaha.



Buat Safina, karena dia masih unyil, agak mudah mengarahkan dan diajak/dbujuk. Saya ajak dia untuk membuat home video ala video-video tutorial mainan dan prakarya di Youtube. Awalnya, dia ogah banget karena tahu kalau emaknya bakalan posting videonya di internet dan akan banyak teman mamanya yang nonton. Tapi justru karena dia tahu itu, saya ajak dia. Kalau dia mau, berarti dia sadar kalau dirinya nggak cuma ngomong berdua mamanya di depan kamera, tapi juga akan dilihat oleh orang lain. Semoga pelan-pelan keberaniannya muncul dan berlanjut ke tahap selanjutnya, yaitu berani bicara langsung dengan siapa saja. 

Berhubung anak-anak ini bilingual dan lebih nyaman bicara bahasa Inggris di rumah dengan saya, Safina dan saya pun merekam home video ini dalam bahasa Inggris. Kalau nanti shooting sama bapaknya, ya pakai bahasa Indonesia. Kegiatan ini sekalian buat memperlancar ketrampilannya komunikasi secara lancar (tek-tok) sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Dan ini dia hasilnya. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat.



Rabu, 15 April 2015

Yok, Berbagi Bahagia!

Assalamu'alaikum.

Kemarin saya baru terpana baca twit seseorang yang mengatakan, jika punya waktu satu menit, orang tersebut ingin diam sambil menyemangati dirinya sendiri di pagi hari. Saya bengong di depan laptop sambil mikir, "Wah, gak kepikiran sama sekali untuk meluangkan waktu untuk nyemangatin diri sendiri tiap hari." Padahal kalau dipikir-pikir, penting banget kan memulai hari dengan semangat supaya seharian kita happy. Kalau ditanya ke saya, kalau punya waktu diam selama satu menit, maunya mengingat hal-hal yang membuat saya bahagia. Udah nyobain sendiri, mikirin masalah hidup (tanpa mikirin cari solusinya) malah bikin isi kepala tambah mumet. Tapi kalau lagi ingat-ingat masa-masa bahagia, kepala langsung berasa enteeeng banget. Apalagi kalau inget masa-masa pacaran sama bapaknya anak-anak dulu. Lah? Hihihihihi.




Semakin bertambah usia, saya mulai sering melempar pertanyaan-pertanyaan ke diri sendiri, seperti, "Sudah melakukan hal baik apa kamu hari ini, Mak?" Dan satu pertanyaan yang juga sering saya lempar ke diri saya sendiri, "Apakah kamu bahagia?" Alhamdulillaah, tanpa perlu berbohong sama orang lain apalagi bohong sama diri sendiri, saya merasa bahagia. Masalah sih datang dan pergi setiap saat, yah namanya juga hidup ya. (Ngunyah sirih).


Buat saya, rasa bahagia itu berhubungan erat dengan rasa syukur dan banyak berbagi dengan sesama. Semakin banyak bersyukur pada Yang Maha Kuasa, semakin terasa oleh saya betapa baiknya Tuhan kepada saya selama ini. Dianugerahi keluarga yang mencintai dan sangat saya cintai. Kami hidup saling menyayangi (walaupun sering ada drama emak ngomel, anak ngambek dan suami berantakan, eheum curcol). Kalau udah gitu, melihat kebahagiaan orang lain yang "lebih beruntung" (dalam tanda kutip) dari saya pun saya nggak langsung diliputi rasa iri. Karena kebahagiaan tiap orang kan ukurannya beda-beda, ya. Buat saya, bahagia bersama keluarga adalah kebahagiaan terbesar.


Berbagi dengan sesama juga memberikan dampak bahagia yang signifikan untuk saya. Sama seperti virus flu, kebahagiaan sebenernya gampang banget ditularkan. Banyak cara menularkan kebahagiaan dengan orang lain. Berbagi rejeki dengan yang membutuhkan. Berbagi ilmu lewat percakapan atau tulisan di blog. Berbagi informasi dan berita yang bermanfaat untuk banyak orang. Atau mungkin sekedar berbagi lelucon yang membuat orang lain terhibur. Intinya, berbagi kebahagiaan, deh. Lagian belum pernah denger sih, orang jadi sakit atau miskin karena berbagi kebahagiaan. Oh ya, satu lagi, berbagi kebahagiaan gak perlu nunggu kita banyak uang dulu, kok. Cuma butuh niat dan action. 


Sejak ngeblog dan menjadi penulis novel, kebahagiaan saya yang lain datang dari teman-teman di komunitas menulis dan ngeblog. Setiap diskusi selalu membuat saya (merasa) bertambah ilmu. Setiap kritik dari para sahabat penulis dan blogger merupakan vitamin motivasi untuk saya. Mereka adalah salah satu inspirasi kebahagiaan saya juga selama ini. Bahagia bersama sahabat kan juga bisa jadi terapi untuk mengatasi rasa jenuh kalau terlalu lama terperangkap rutinitas di rumah.


Seperti yang saya katakan sebelumnya, kebahagiaan tiap orang pasti berbeda-beda. Jadi pengen tahu juga kisah bahagia teman-teman Emak Gaoel di sini seperti apa. Share, yuk? Bahagia dong kalau bisa berbagi kebahagiaan dengan teman melalui kisah bahagia kita? Apalagi kalau kisah bahagia kita bisa menang lomba berhadiah uang total Rp 7.700.000. Eh, gimana?


Hihihihi, iya! Ikut lomba menulis Berbagi Bahagia bersama TabloidNova.com bisa menang jutaan rupiah, lho! Caranya gampang banget. Teman-teman tinggal menulis kisah bahagia di blog dengan beberapa kata kunci (karena ini kontes SEO), lalu submit tulisan di blog ke microsite kontes Berbagi Bahagia bersama TabloidNova.com. Jangan lupa juga untuk follow akun socmed Tabloid Nova,com di FB, Twitter dan G+. Pasang banner lomba di side bar blog. Baca yang teliti seputar syarat dan ketentuan teknisnya ya, supaya gak kena diskualifikasi. Lomba ini berlangsung mulai 14 April sampai 31 Mei 2015. Masih banyak waktu, kan? Selain uang tunai, pemenang juga akan mendapat hadiah gratis berlangganan E-magz Tabloid Nova selama 3 bulan, lho!


Panjang tulisan minimal 350 kata dengan maksimal tidak dbatasi. Perhatikan kata kunci yang diminta dan backlink-nya. Semua ada di microsite lomba, kok. Nant setelah post di blog dan submit, jangan lupa juga untuk share di social media kamu dengan hashtag #NOVABERBAGIBAHAGIA. 

Tunggu apa lagikah? Buruan, deh!    


Minggu, 12 April 2015

Do You Think You're Beautiful?

  11 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

I have decided that at least once a week I write blog post in English. Because something came up last week. I had an awakening conversation with my so-english-speaking-knows-everything-daughter, Safina. She was drawing a cat and I reminded her not to forget to draw the mustache. And quickly she corrected me that cats don't have mustache. I was pretty sure that they do, until she said, "Cats don't have mustache, Mom! They have whiskers." Bam! She knows more than I do. -_- Oh, well ....

So, back to topic. Here's the big question for you all today: Do you think you're beautiful? How many of you that will answer this question without hesitating and say, "Yes, I am beautiful!" And how many of you that will answer with soft whispering voice, "Umm, I don't know ... maybe? I don't know!" Or how many of you will just simply say with the thought that it's not even important to answer, "No, I don't think I'm beautiful! So what?"

The reason I asked you this big question is because of this video.


Do you find it amazing how those beautiful women decided to walk to The Average Door and not choosing The Beautiful Door? My   friend said, it's hard to be a woman because we're living under labels. Beautiful, average, big size, slim, tall, small, dark skin, white skin, big eyes, small eyes, long hair, short hair, etc, etc. Nobody knows who found these labels and why they're not really matter to men as much as to women? 

And my next question would be, "Why do women think that they have to decide which labels they're under?" Why are we thinking that it's important to pick one label out of two or more. If all women think that they are beautiful, we won't even care about those labels, right? We should stop right at the point, "I am beautiful," and don't go any further with, "But I don't think that people think that I'm beautiful." Because when you get there, there's a chance that you will never stop trying to look beautiful in people's eyes instead of in your own eyes. 

Let's watch this video too. And this one is also a campaign from the same beauty company.


I shamefully admit that I was once like all those women. When someone ask me, "What is it in your body part that if you can, you would change it?" I could easily make a list of my flaws. In fact, it could be a very long list. I wish my nose bla bla bla. I wish my hip bla bla bla. I wish skin bla bla bla. But then I refuse to do that anymore. Because the more I wish about changing my look, the worse I feel about myself. It didn't make me a happier person. And what a nightmare to live in a life that you don't feel good about yourself. I realized, I would hate myself if I continue questioning those artificial matters. 

That particular video even proved that people don't see your flaws. In fact, they only see your beauty. Other can do better job in describing yourself than you do for yourself. So, stop wondering about your flaws. Because firstly, it will make you feel bad about yourself and your life. Secondly, you'll be an ungrateful human being by pointing your flaws when God has been so generous to you.

Despite how ironic the videos were (because in the end, it created a campaign to buy beauty products), I think I learned a very good lesson from them. It is you and only you that can make you feel good about yourself. Not other people, not a bunch of cosmetics products, not a professional stylist. It's you. We own the power for our own happiness. 

I don't deny, I love cosmetics. I love playing around with beauty treatment at home. But I don't want to make them as my primary tools to make me feel good about myself. I don't mind going out without any make-up. If I don't have time, sometimes I picked up my kids from school without taking shower first. (Yeah, beautiful lady can be lazy too once in a while. LOL).

Let me ask you another question. How many time do you spend in front of the mirror, and how many time do you spend thinking about good deeds that you have done today? The more you spend yourself in front of the mirror, the worse you feel. The more you think about good things you did or how many good people you met today, the better you feel. 

So ladies, do you think you're beautiful? There's only one answer and you know what it is. <3

Selasa, 07 April 2015

Update Peserta Selfie Story Contest Blog Emak Gaoel Bersama Smartfren

  29 comments    
categories: 
Assalamu'alaikum.

Berikut nama-nama peserta yang terdaftar melalui e-mail. Beberapa terpaksa langsung didiskualifikasi karena cuma kirim data pribadi, nggak ada link URL-nya. Eaaa, trus yang mau diikutin lomba apa, dong? Hiks.

Semua nama yang tercantum di bawah ini belum melewati proses seleksi teknis seperti pencantuman link dan sharing di social media. Setelah melewati proses seleksi persyaratan teknis, juri baru akan menilai tulisan dan foto yang diikutsertakan. Yah, pokoknya gitu, deh. Serahkan ke tangan Mbak dan Mas Juri aja, ya. 


Sekarang jangan berisik, yes. Kita semedi dulu. (Maaak! Blogwalk ke 163 blog!) Huhuhuhuhu!

Eh, terima kasih dulu sebesar-besarnya untuk semua peserta yang sudah meramaikan, ya. Berdo'a dimulai! :D


1. Riski Fitriasari
http://www.riskiringan.com/2015/03/cerita-di-balik-foto-wisuda.html

2. Vita Gemina
http://www.vitawirapraja.com/2015/03/wefie-bersama-tuan-dan-nyonya-supoyo.html

3. Nurul Rahmawati
http://bukanbocahbiasa.com/2015/03/04/selfie-di-nabawi/

4. Arian Sahidi
http://ariansahidi.blogspot.com/2015/03/malaikat-kecil-itu-bernama-faris.html

5. Rina Tri Lestari
https://rinatrilestari.wordpress.com/2015/03/05/bukan-mimpi-yang-jadi-kenyataan-a-selfie-story/

6. Olive Bendon
http://obendon.com/2015/03/05/jejak-pencetus-indonesia/

7. Rifki
https://jampang.wordpress.com/2015/03/05/my-dearest-syaikhan-cerita-foto-selfie-kita/

8. RITA ASMARA
http://www.rita-asmara.com/2015/03/memendam-mimpi-ke-tanah-suci-terkabul.html

9. Una
http://www.sittirasuna.com/2015/03/selfie-story-smartfren.html

10. Tita Kurniawan
http://www.bundaaisykhanulisblog.wordpress.com/2015/03/09/mengajar/#

11. cynthia melviana
http://cintaresep.com/2015/03/09/mimpi-terbesarku-dalam-hidup-punya-anak-laki-laki/

12. windah sulistyaningsih
http://backpackwriters.blogspot.com/2015/03/sepenggal-kisah-antara-monas-dan-kerak.html?m=1

13. Yuniari Nukti
http://yuniarinukti.com/1742/perjuangan-memalukan-demi-selfie-bareng-artis

14. vizon
http://hardivizon.com/2015/03/11/matahari-di-tarusan-kamang/

15. Umi Umayah
http://ummibindya.blogdetik.com/2015/03/12/anak-anak-hebat/

16. Wintari (Winwin Faizah)
https://winwinfaizah.wordpress.com/2015/03/12/selfie-story-radio-alfarikh/#more-789

17. Amy Zatiningsih
http://amyzetmaukar.blogspot.com/2015/03/potongan-cerita-di-bali-my-selfiestory.html

18. Uniek Kaswarganti
http://www.uniekkaswarganti.com/2015/03/ikutan-lomba-lari.html

19. Rita Asmaraningsih
http://jalanjalan-ritaasmara.blogspot.com/2015/04/setiap-kata-adalah-doa.html

20. Miranti Rohmanda
http://airohmanda.blogspot.com/2015/03/selfie-story-competition.html

21. Okti Lillis Linawati
http://tetehokti.com/2015/03/15/mencuri-selfie-depan-taipei-i-ling-i/

22. Hastira Soekardi
http://mamahtira.blogspot.com/2015/03/bersama-menginspirasi-menginspirasi.html

23. Ina Rakhmawati
http://www.inarakhmawati.com/2015/03/kisah-selfie-di-pulau-kinde.html

24. Avizena Zen
http://faziazen.blogspot.com/2015/03/lomba-selfie.html?m=1

25. Fajruddin Muchtar
http://fxmuchtar.com/ada-kisah-di-balik-selfie/

26. Irfan Syahputra Pasaribu
http://fhansyakh.blogspot.com/2015/03/aluma.html

27. Nur Amalia Faidiyati
http://amaliafaidiyati.blogspot.com/2015/03/menyatukan-segalanya-selfie-story.html

28. DETHA ARYA TIFADA
http://dethazyo.blogspot.com/2015/03/mengungkap-keindahan-dibalik-kehedaing.html

29. Farid Nugroho
https://edisipertama.wordpress.com/2015/03/16/selfie-bersama-sahabat-di-candi-borobudur/

30. Ina Tanaya
http://writingblogcompetition.blogspot.com/2015/03/selfie-bersama-sang-maestro-creative.html

31. Inda Safitri
http://mumaken.blogspot.com/2015/03/cerita-di-balik-foto-selfieku.html

32. Rahmah
http://chemistrahmah.com/hilangkan-ketegangan-di-atas-air.html

33. Ihwan Hariyanto
http://www.keluargabiru.com/2015/03/selfie-pertama-dan-terakhir-di-segara.html

34. Gustyanita Pratiwi
http://gembulnita.blogspot.com/2015/03/menghalau-kucing-kucing-yang-anti-selfie.html

35. Khoirun nisa'ul abidah
http://www.anisae.com/2015/03/coban-baung-tempat-wisata-baru-di-lereng-gunung-kawi.html

36. Fita Chakra
http://www.fitachakra.com/2015/03/selfie-story-contest-when-dreams-come.html

37. Zaqia Nur Fajarini
http://zaqiamomfa.blogspot.com/2015/03/selfiestory-bersyukur-atas-kebersamaan.html

38. Intan Novriza Kamala Sari
http://goresanpemenang.blogspot.com/2015/03/mengenang-perjalanan-menuju-setahun-di.html

39. Nova Julita
http://ophalita.blogspot.com/2015/03/cerpen-selfie-story-kami-belajar-dari.html

40. Anjar Setyoko
http://anjarsetya1.blogspot.com/2015/03/cerita-selfie-bareng-adekku.html

41. Rais Jaka Purnama
http://temanrais.blogspot.com/2015/03/pantai-cisolok-disorot-mupeng-narsis.html

42. Annisa Steviani
http://www.annisast.com/2015/03/tentang-pernikahan-impian.html

43. Abdul Cholik
http://blogflamboyan.com/mimbar-jumat/selfie-story-siapkan-bekal-terbaik-sebelum-sampai-terminal-terakhir

44. amika khoirun nikmah
http://amikanime.blogspot.com/2015/03/my-selfi.html

45. Susi Sukaesih
https://suzieitaco.wordpress.com/2015/03/20/selalu-ada-jalan-untuk-setiap-niat-baik/

46. Armita Fibriyanti
http://armitafibri.com/2015/03/21/mom-and-son-talk/

47. Tarry KittyHolic/ Sri Lestari
http://tarryholic.blogspot.com/2015/03/kisah-dibalik-foto-selfi.html

48. Sintamilia Rachmawati
http://duniasinta.blogspot.com/2015/03/how-i-met-your-father.html

49. Putri Septianingsih
http://putriseptianingsih.blogspot.com/2015/03/although-its-selfie.html

50. Andika Pratama
http://pratamaline.blogspot.com/2015/03/sahabat-alam_21.html

51. Tyaseta Rabita Nugraeni Sardjono
http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com/2015/03/selfie-di-pim-2-acara-ultah-5-magnum.html

52. Erry Andriyati
http://erryandriyati.blogdetik.com/2015/03/23/kisah-cinta/

53. Adi Pradana
http://mask-id.blogspot.com/2015/03/mural-jogja-salah-satu-inspirasi.html

54. Dwi Aprilytanti Handayani
http://www.braveandbehave.blogspot.com/2015/03/borobudur-here-we-come.html

55. Dwi Puspita Nurmalinda
http://www.dwipuspita.com/2015/03/ngebayangin-welfie-di-masjidil-haram.html

56. Hanisah Sukmawati (Hani S)
http://rumahhanirandi.blogspot.com/2015/03/rumah-berantakan-itu-adalah-surgaku.html

57. Istiqomah
http://ceritahidupdiblogku.blogspot.com/2015/03/yakin-lah-rencana-tuhan-lebih-indah.html

58. Taufiq Firdaus Alghifari Atmadja
http://taufiqfirdausalghifariatmadja.blogspot.com/2015/03/toga-perjuanganku-mengenakannya.html

59. Lu'lu' rofi'atu laila
http://luluquotes.blogspot.com/2015/03/karena-1000-langkah-yang-kau-tempuh.html?m=1

60. Tetty Hermawati
http://tettytanoyo.com/2015/03/selfie-konyol-dua-sahabat-dodol.html

61. Indah Nuria Savitri
http://www.indahnuria.com/2015/03/anugerah-terindah.html

62. Kartika Putri Mentari
https://delapankata.wordpress.com/2015/03/24/selfie-is-my-happiness/

63. Dwi Sariambarningsih
http://www.kisekii.com/2015/03/welfie-perdana-di-tepi-jurang.html

64. Ubaidillah
http://www.bairuindra.com/2015/03/kokoh-melingkari-iman.html

65. Nurul Huda (Ki Demang)
http://www.kidemang.web.id/2015/03/selfie-sejak-dini_73.html

66. Atu Kesuma
http://atuke.blogspot.com/2015/03/menikmati-hidup-di-pulau-harapan.html

67. Imawan Anshari
http://4w4n.blogdetik.com/2015/03/24/selfiestory-kehadiranmu-yang-membuat-hariku-lebih-berarti/

68. Sitti Ghaliyah
http://giasittighaliyah.blogspot.com/2015/03/cari-carian-di-hari-wisuda.html

69. Rizka Khaeroni
http://catatanaica.blogspot.com/2015/03/kisah-flower-boy-terjebak-di-lemari.html

70. Ety Budiharjo
https://etybudiharjo.wordpress.com/2015/03/26/selfie-meringankan-saya-dalam-lara/

71. DIAH KUSUMASTUTI
http://dekamuslim.blogspot.com/2015/03/wefie-di-roro-kuning.html

72. Fahri Dayni
http://braincrashing.tumblr.com/post/114713688318/cerita-selfie-cerita-salju

73. Ety Abdoel
http://etyabdoel.com/2015/03/26/balada-emak-blogger/

74. Astin Astanti
http://www.astinastanti.com/2015/03/mengenalkan-anak-moda-transportasi.html

75. Adella Adiningtyas
https://delladaily.wordpress.com/2015/03/27/wefie-sudah-menjadi-hobi/

76. Feby Raudhati
http://raudhatif.blogspot.com/2015/03/wefie-di-taman-pelangi.html

77. Ofi Sofyan Gumelar
http://new.filesofi.blogdetik.com/2015/03/28/seruseruan-selfie-di-negeri-sakura

78. Sylvia L'Namira
https://melakonihidup.wordpress.com/2015/03/26/memorable-trip-to-mangrove-park-pik/

79. Nur Rahtiwi Anjarni
http://nurrahtiwianjarnii123.blogspot.com/2015/03/selfie-story.html

80. Andri Imanudin
http://akikakiku.blogspot.com/2015/03/kan-selalu-ku-jaga-senyum-kecil-kalian.html

81. SUDOMO
https://bianglalakata.wordpress.com/2015/03/30/selfiestory-buanglah-barang-pemberian-mantan-pada-tempatnya/

82. Fina Putri Damayanthi
https://finadamayanthi.wordpress.com/2015/03/30/habis-gelap-terbitlah-terang-sinar-harapan-di-puncak-trawas/

83. Hanif Yumna Ulinnuha
http://hyumnaul-selfiestory.blogspot.com/

84. Myra Anastasia
http://myraanastasia.blogspot.com/2015/03/selfie-story-demi-pencitraan.html

85. Dian Kelana
http://diankelana.web.id/saya-bagaikan-pemilik-busway-ini/

86. Irma Nurul Arianti
https://inarianti.wordpress.com/2015/03/30/cerita-dibalik-teh-dewata/

87. Mochamad Nuzulul Arifin
https://nuzululku.wordpress.com/2015/03/31/mata-bening-tanpa-dosa/

88. Isti 'Adzah Rohyati
http://www.istiadzah.com/2015/03/di-balik-wefie-ini-ada-cerita-tentang.html

89. Citra Dhyani Swietenia
https://citraswietenia.wordpress.com/2015/03/31/selfie-dan-venetie-van-java/

90. Jihan Davincka
http://jihandavincka.com/2015/03/31/selfiestory-langit-kan-beri-jawaban/

91. Aulia Gurdi
http://auliagurdi.blogspot.com/2015/03/kala-allah-memeluk-mimpi.html

92. Muhammad Dzukkkiyul Fikri
http://dzukkiyulfikri.blogspot.com/2015/04/blog-competition-selfie-story-cerita.html

93. Diatmika Wijayanti
http://odong88.blogspot.com/2015/03/meet-monsters.html

94. Rosdiana (Dee An)
http://www.adventurose.com/2015/04/salam-buat-penulis-artikel-copas-pulau.html

95. ade anita
http://www.adeanita.com/2015/04/selfi-untuk-mengusir-sepi.html

96. Ria Tumimomor
http://40thmindwanderer.blogspot.com/2015/04/kebersamaan-dengan-keluarga.html

97. Nova Wijaya
http://www.novawijaya.com/2015/04/selfie-story-in-beautiful-island.html

98. Reisa elma amellia
http://reaamellia.blogspot.com/2015/04/mencari-keindahan-yang-tersembunyi.html

99. Rinda Gusvita
http://babybluevita.blogspot.com/2015/03/orang-miskin-harus-sekolah.html

100. Rizka Alyna
http://www.rizkaalyna.com/2015/04/selfie-bersama-si-kecil-pembawa.html

101. Nurul Fitri Fatkhani
http://www.nurulfitri.com/2015/04/cerita-di-balik-foto-selfie.html

102. aliviya kurniya rachmawati
http://aliveconfuse.blogspot.com/2015/04/renang-ceria-yuhuu.html

103. Eka Fikriyah
http://ekafikry.blogspot.com/2015/04/selfie-story-boneka-horta-yang-patah.html

104. Prabowo Sugeng Mulyono
http://abiddankhalifah.blogspot.com/2015/04/penyegaran-di-gunung-salak.html

105. WISNU PRIYONO
https://wishnew77.wordpress.com/2015/04/01/when-me-and-my-daughter-together/#more-185

106. Dian Mariani
http://diandoonk.blogspot.com/2015/04/have-courage-dreams-will-be-kind.html

107. Liswanti Pertiwi
http://liswanti627.blogspot.com/2015/04/dari-menulis-kutemukan-indahnya.html

108. Khairiah
http://hariekhairiah.blogspot.com/2015/04/flp-aceh-dan-mimpi-besarku.html

109. rian efauza (rhey)
http://irtabal2.blogspot.com/2015/04/selfie-selfie-bergembira.html

110. Rahmi Aziza
http://www.rahmiaziza.com/2015/04/mak-irits-impian-dan-idealisme.html

111. Sally Octoveny
http://keluargafauzi.blogspot.com/2015/04/selfie-siapa-takut.html?m=1

112. Tanti Amelia
http://www.tantiamelia.com/2015/04/walll-painting-sang-penyelamat-sekolah.html

113. Inna Riana
http://ceritaemakriweuh.blogspot.com/2015/04/selfie-karena-terpaksa.html

114. Rezki Dharmawan
http://masiptek.blogspot.com/2015/04/selfie-story-indahnya-ngeblog.html

115. Sara Mai
http://rumahjena.blogspot.in/2015/04/jadi-ceritanya-sudah-sejak-lama-saya.html?m=1

116. Rima Miftachul Hidayah
http://reemamifta.blogspot.com/2015/04/hello-world-we-are-ridwan.html

117. Irena Puspawardani
http://renapuspa.blogspot.com/2015/04/selfie-story-foto-bareng-teh-ninih.html?spref=fb

118. Yeni Kurniatin
https://caritatikhayangan.wordpress.com/2015/04/03/perjuangan/

119. Arifah Wulansari
http://www.arifahwulansari.com/2015/04/selfie-story-ordinary-mom-with-ordinary.html

120. Noni Rosliyani
http://nonirosliyani.com/?p=1005#more-1005

121. rian efauza (rhey)
http://irtabal2.blogspot.com/2015/04/selfie-selfie-bergembira.html

122. Noorma Fitriana M. Zain
http://www.noormafitrianamzain.com/2015/04/foto-di-kelas-bukan-selfie-biasa.html

123. Dewi Rieka
http://www.dewirieka.com/2015/04/berkaca-dari-pengalaman-sakit-beby.html

124. Diah Utami Lestari
http://batikmania.blogspot.com/2015/04/selfie-di-depan-rumah-dan-taman-impian.html


125. Naufal Aqil Azmi
http://helmbolongggg.blogspot.com/2015/04/see-you-on-top-my-friends.html

126. TAUFIQURRAHMAN
http://daritaufik.blogspot.com/2015/04/selfi-story-pengin-smartphone.html

127. Nur Rachma
http://lucerahma.com/archives/1711?

128. Putu Rini Cipta Rahayu
http://rinspiration95.blogspot.com/2015/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

129. Nurul Fauziah
http://nufazee.blogspot.com/2015/04/welfie-pertama-kedua-dan-ketiga-saat.html?m=1

130. Putu Ayu Winayasari
http://bilikayuwinayasari.blogspot.com/2015/04/selfi-with-my-ex.html

131. Antartika Deha Kusumawardhani
https://catatandariantartika.wordpress.com/2015/04/04/mengalahkan-ketakutan-demi-selfie/

132. Faradhita widhaswari fau
http://faradhitaswari.blogspot.com/2015/04/di-balik-wefi-di-festifal-bunga-dan_83.html

133. Wylvera Windayana
http://www.wylvera.com/2015/04/berbagi-kebahagian-lewat-welfie.html

134. Khoirur Rohmah
http://haruka5mei.blogspot.sg/2015/04/wefie-story-bareng-mase-di-tawang-alun.html

135. Wiwit
http://mykirakara.blogspot.com/2015/04/selfie-dibalik-cerita-mertua-dan-menantu.html

136. Muhdar
http://muhdarsilang.blogspot.com/2015/04/jadi-mahasiswa-tafsir-hadis.html#more

137. D. Aviantari
https://daveenaar.wordpress.com/2015/04/04/saat-nyonyah-besar-narsis-yang-lain-jadi-histeris/

138. Raadhiyah Mardiyyah
http://hanyapecintasenja.blogspot.com/2015/04/rencana-indah-menuju-bangku-kuliah.html

139. Sarifa Siti Hapizah
http://hafizamahdali.blogspot.com/2015/04/the-power-of-kepepet-tpok.html

140. ABDUR ROSYID
http://kopputih.blogspot.com/2015/04/mimpi-besar-yang-terhenti-sesaat.html

141. Richa Miskiyya
http://richamiskiyya.blogspot.com/2015/04/menggapai-impian-lewat-tulisan.html

142. Tanti Azhary Rahayu
http://tantiazharyrahayu.blogspot.com/2015/04/selfie-story-langkah-kaki.html

143. Fajruddin Muchtar
http://fxmuchtar.blogspot.com/2015/04/bingkai.html?m=1

144. Revi Oktapratiwi
http://reviokto.blogspot.com/2015/04/akhirnya-bisa-selfie-berdua.html

145. Indah Kustiani
http://kireitrip.blogspot.com/2015/04/selfie-di-masjidil-haram-mekah.html

146. Fardelyn Hacky
http://www.fardelynhacky.com/2015/03/selfie-story-sensasi-memakai-sari.html

147. Fania Handiyani S
http://new.funnie.blogdetik.com/2015/04/04/ketika-ada-cerita-di-kereta


148. Dwi Murniati
http://kidsfunon.blogspot.com/2015/03/hari-gini-ga-selfie.html

149. Hariyanto Wijoyo
http://hariyantowijoyo.blogspot.com/2015/04/semua-untuk-pertama-kali.html

150. Yudha Hari Wardhana
http://yudhaprima.blogspot.com/2015/04/my-students-are-my-smartfriends.html

151. Afifah Mazaya
http://flyingwithoutlimit.blogspot.in/2015/04/tidak-perlu-momen-penting-untuk-berfoto.html?m=1

152. echa
http://www.echaimutenan.com/2015/04/selfie-bersama-raffi-penyemangat-setiap.html

153. Shanty Adhitya
http://blognyashantyadhitya.blogspot.com/2015/04/paris-nyaris.html?m=1

154. Salman Faris
http://www.salmanbiroe.com/2015/04/cerita-travelling-pantai-ndrini-dan.html

155. Imazahra
http://honeymoonbackpacker.com/2015/04/04/wefie-rayakan-sembuh-di-brugge/

156. Sri Rahmadani Harahap
http://iyikpunya.blogspot.com/2015/04/kita-gak-keren-kalau-gak-selfie.html

157. winda puspita
http://gulanyagulali.blogspot.com/2015/04/cerita-di-balik-sebuah-perjalanan.html?m=1

158. Winursih
http://bundadhia.blogspot.com/2015/04/selfie-story-selfie-untuk-afirmasi.html

159. Maya Imawati
http://mayaimawati.com/rest-area-km-97/

160. Anazkia
http://www.anazkia.com/2015/04/fotogeniknya-kehidupan.html

161. Cening R Jade Ayu Prasanthi
http://ceningayu.blogspot.com/2015/04/rafa-dan-selfie.html?m=1

162. Amila Choirina
http://inaszone.blogspot.com/2015/04/but-first-let-me-take-selfie.html

163. Deni Andis

http://kawanandis.blogspot.com/2015/03/sambil-nasi-uduk-selfie-gahooll-bersama.html

Sabtu, 04 April 2015

Beach Mall, Pilihan Lain Wisata Pantai Sekitar Ancol

Assalamu'alaikum.

Mumpung hawanya masih hawa-hawa long weekend, saya mau cerita waktu minggu lalu ke Ancol untuk nonton Safina dan sekolahnya ikut lomba drumb band dalam rangka Porseni TK se-Bekasi. Wuidiih, rameee, rameee! Kayanya Sabtu kemaren itu Pasar Seni Ancol isinya orang Bekasi semua. Alhamdulillaah ya, Ancol kebanjiran bidadari dari kahyangan. :p


Sebenernya saya agak-agak males ke Ancol kalau nggak ada acara kayak kemaren itu. Mikirnya udah capek aja. Yang pasti udara pantai itu panas, gak cocok sama kulit princess. Terus, kalau mau ngajak anak-anak main, mahal, karena mikirnya pasti bawa ke Dufan, atau Gelanggang Samudera atau naik cable car Gondola. Mana kemarin itu pas banget tanggal manyun alias bokek. Hahahaha.


Akhirnya saya dan suami sepakat begitu selesai acara Porseni, kita mau langsung pulang aja. Tapi apalah daya, namanya ibu peri, nggak tega liat anak-anak ngarep banget bisa main di pantai sebentar. Akhirnya kita melipir ke arah Beach Pool. Dan seperti yang sudah diduga, pantai seuprit itu udah penuh sama manusia. Kayak kolam cendol. -_-

Setengah jam anak-anak main pasir di area sekitar Beach Pool, saya nggak kasih mereka masuk ke air laut. Soalnya emang nggak niat main lama-lama. Akhirnya kita beranjak mau pulang. Tapi sepanjang jalan menuju jalan keluar Ancol saya baca papan petunjuk menuju Ancol Mall. Iseng saya bilang ke suami, kita sekalian liat yuk. Katanya di Ancol Mall ada pantainya juga. Tapi nggak tau bebas atau berbayar masuknya.


Sampai di ujung Ancol, kita langsung diarahkan masuk basement Ancol Beach City Mall. Wah, kalo pake acara harus parkir di basement mall gini, saya maleslah, pikir saya. Akhirnya kita lanjut keluar, gak jadi parkir.


Eh, begitu keluar, di sebelah kiri ternyata ada lapangan parkir outdoor punya Segara Cottage. Lumayan sepi. Yang bikin menarik, ternyata ada jalan setapak  kecil dan cantik di samping area parkir itu menuju ke area pantai Beach Mall. Ternyata bisa masuk ke Beach Mall tanpa harus melewati Beach City Mall. Wuaah, langsung parkir.


Alhamdulillaah, nggak nyesel kita berhenti. Di Beach Mall pantainya relatif lebih bersih dan sepi dibanding di Beach Pool. Nggak tau kenapa. Pasirnya bersih, dan banyak area duduk disediakan. Tau nemu pantai endah gini, setelan kan bisa menyesuaikan. Sayang aja, kita nggak bawa perabotan piknik di pantai sama sekali. Untung anak-anak bawa baju ganti. Jadi mereka puas-puasin deh main pasir dan air di Beach Mall sampai puas. 



Sebenernya belum puas banget. Jadi pas pulang, saya janji ke anak-anak untuk kembali lagi ke sana sometimes this month. Dengan perangkat tempur lebih lengkap tentunya; ember, sekop, tiker, rantang kaleng, topi. Huahahaha. Apalagi kata seorang teman Beach Mall kalau malam tambah cantik karena banyak lampu-lampu hias dari kapal yang melewatinya. Seneng deh masih bisa nemuin pantai cantik di Ancol. Kan mayan, buat foto-foto ala blogger traveler. Padahal di Ancol doangan, hahahhaha.


Jumat, 03 April 2015

Total to The Max Nonton di Teater IMAX

  23 comments    
categories: 
Assalamu'alaikum.

Mak Mira Sahid kayanya paham banget kalo Emak Gaoel yang satu ini lagi puncak-puncaknya butuh piknik. Hari Selasa kemarin di-WA sama Mak Mira, ngajakin nonton film Fast and Furious 7. Aeh, langsung berasa gelora gaul saya bergejolak kembali. Gak lama dikasih tau juga kalau undangannya datang dari Summarecon Mal Bekasi yang mau opening teater IMAX mereka di XXI. Ulala bebeh, nonton film keren di teater IMAX? Ini mah pasti seru! Seru!



Bongkar lemari, cari kostum. Halah. Langsung ngebayangin, mau selfie gaya apa ntar sama si Mak Mira dan Mak Irma. Hahahaha. Suwer, ini mah udah tabiat banget, ngebayangin apa-apa selalu yang gak pentingnya duluan. Maklum, kurang piknik.


Cek-cek, ternyata teater IMAX di Summarecon Mal Bekasi adalah studio IMAX yang ke-empat yang ada di Indonesia. Selain di Summarecon Mal Bekasi, Cinema 21 IMAX Theater ada di Gandaria City, Mal Kelapa Gading dan Summarecon Mal Serpong. Sebagai warga Bekasi, saya banggaaaa! Sok ateuh, yang masih mikir terbang ke Bekasi, buruan beli baju astronot, pesen tiket pesawat ulang-aliknya, karena kita punya IMAX, cwuiin! Icikiwiirrr! #plak

Btw, IMAX tuh sebenernya apaan, sih? Tadinya saya cuma mikir palingan layarnya lebih lebar, udah gitu aja. Pas ngerasain sendiri, huwowwh, langsung keliatan kamseupaynya ekeh. Sensasi nonton di teater IMAX ternyata beda. Pengalaman nonton di teater IMAX diklaim sebagai "The World's Most Immersive Movie Experience" karena sensasi tiga dimensi yang kita lihat menembus kacamata 3D yang dipakai saat menonton film. Bener lho. Kita kayak "masuk" ke dalam film dan jadi bagian dari film itu sendiri.


Apalagi yang kami tonton kemarin adalah film yang notabene adegan actionnya banyak aja. Mak Irma aja sampe jerit-jerit duduk di samping saya. Untung gak pingsan tu emak. Ndesit saya keluar tiap ada adegan yang sebenernya "lebay" dan gak masuk akal sih buat saya. Kayak pas Luke (Dwayne Johnson) yang badannya segede truk itu jatuh dari gedung tinggi dan terhempas di atas mobil. Dalam hati ngemeng, "Yakali kagak koit!" Eh, beneran gak koit doi, cuma patah tangan doang. Hahaha. Tapi pas dia jatuh, saya ngerasa ikutan jatuh dari gedung tinggi. Adegan paling seru dan keren dari film Fast and Furious 7 ini adalah saat Dom (Vin Diesel) dan Brian (Paul Walker) naik mobil Hypercar terbang MENEMBUS dua gedung tinggi di Abu Dhabi. Sumpah, itu adegan secara logika, ngarang abeees. Tapi sumpah juga, pengambilan gambarnya keren dan karena nontonnya 3D di teater IMAX, berasa ikutan lompat juga nembus gedung pake mobil super mewah itu. Wkwkwkwk. Enihow, kalau adegan film action terlalu logis emang gak bakalan menarik buat dilihat kan, ya?


Puas nonton Fast and Furious 7 di teater IMAX? PUAS BANGET! Gambarnya jernih banget karena ternyata pake teknologi proyeksi revolusioner yang mampu menghadirkan gambar jernih dan presisi yang maksimal. Pantesan yang nonton kayak berasa ada dalam film. Belum lagi suara yang ngejeger banget sampe bikin kita yang nonton kaget-kaget. Ternyata pake teknologi laser-aligned audio system yang dapat meratakan suara dan menghadirkan suara digital dengan tiga dimensi. Bentuk layar yang super lebar dan dirancang secara geometri juga bikin pengalaman nonton film 3D jadi maksimal banget.


Intinya, nonton film di teater IMAX emang jadi pengalaman nonton yang TOTAL. Harus nyobain. Tiketnya agak beda dikit sama teater biasa, kalau di Summarceon Mal Bekasi harga tiket nonton di teater IMAX Rp 50.000. Cucoklah, ya. Sok atuhlah, mumpung long weekend, buruan ajak pacar nonton di teater IMAX. Dijamin seru!


Btw, terjadi percakapan sotoy antara saya dan Mak Irma saat film Fast and Furious 7 sedang berlangsung. 

Mak Irma: Ini kayanya sutingnya sebelum Paul Walker meninggal, ya?
Saya: *manggut-manggut sotoy* Iya, kayanya, mak.

Pas udah pulang, dikasih tau sama adek saya, "Yang gantiin Paul Walker adeknya, kan. Mirip, gak?" Saya mesem-mesem, aja. Penyakit sotoy saya ternyata belum sembuh. Demikian.