Tampilkan postingan dengan label beauty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beauty. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2016

Young at Heart di Usia Cantik

Assalamu'alaikum.

Kalau ada satu hal besar yang saya pelajari tahun 2016 ini, itu adalah belajar untuk menjadi lebih bahagia. Definisi bahagia saya selalu berganti-ganti setiap dekade dalam hidup saya. Di usia 10 tahun, kebahagiaan saya sangat sederhana; boleh tidur lebih malam, PR sudah selesai dikerjakan dan mendapat nilai bagus di sekolah. Usia 20 tahun, kebahagiaan saya berubah; bisa lebih lama hang out dengan sahabat-sahabat kampus dan … yeah, beberapa kali pacaran backstreet, deh. Hahaha. Masuk usia 30 tahun, saya justru masuk ke masa-masa galau mendefinisikan bahagia. 




Menikah, sudah. Punya anak-anak yang sehat dan cerdas, alhamdulillaah. Keadaan ekonomi, walau tidak berlebihan, alhamdulillaah juga tidak kekurangan. Tapi kok sempat merasa flat, ya? Nyatanya, saya terlalu pelik membuat definisi bahagia ketika usia masuk kepala tiga. Apa harus kerja lagi? Apa harus jadi orang terkenal? Apa harus mendapat penghargaan-penghargaan? Apa harus selalu jadi pemenang? Apa yang harus saya capai untuk bisa bahagia?


Belum lagi sejak dua atau tiga tahun yang lalu, Mama saya mulai sering kasih nasihat, “Umur udah mau 40, perbaiki diri. Karena kalau udah lewat 40 tahun nggak ada perubahan ke arah kebaikan, maka kamu nggak akan berubah selamanya.” Terus-terang, rada ndredeg dengernya. Waduh, berat juga jadi tua, ya? Heuheuheu.


Dikelilingi pikiran-pikiran seperti itu aja, tanpa diembel-embeli masalah lain, rasanya hidup kok makin berat? Udah bisa ketebak banget, beberapa tahun ke depan, saya pasti kelihatan jauh lebih tua dari usia saya yang sebenarnya. Karena saya luput sesuatu yang harusnya bisa membuat saya bahagia di usia 30-an. 



Sebuah pencerahan datang sekitar 4 tahun yang lalu, ketika Mama saya sakit. Ternyata nggak penting jadi sukses dan dipuja-puji, kalau hati sendiri gagal tertawa lepas tanpa beban. Hidup perlu ambisi untuk move forward, tapi terobsesi untuk terus mengejar kesuksesan ternyata membuat saya melupakan banyak hal sederhana di sekeliling saya yang amat sangat patut dihargai dan disyukuri. Saya pun mencoba mengubah persepsi tentang bahagia menjadi sesuatu yang jauh lebih sederhana, semata sebagai gerakan self healing diri saya yang mulai merasa gelisah.
Dulu, mendengar suara tawa anak saya yang menumpahkan susu ke meja, saya anggap biasa. Dulu, bermain dengan mereka menjadi satu kewajiban dan rutinitas yang otomatis saja buat saya. Apa saya merasa terbebani? Nggak. Tapi apa saya menikmati sepenuh hati? Tenyata nggak juga.  Saya lupa bersyukur dengan cara menikmati dan menghargai kebersamaan dengan keluarga yang nilai dan manfaatnya jauh lebih baik untuk kesehatan jiwa dan fisik saya.



Alhamdulillaah, saya cepat menyadarinya. Mengurangi kegiatan di luar rumah dan lebih banyak bercakap-cakap dan bercanda dengan suami dan anak-anak,  ternyata tidak mengurangi nilai saya sebagai seorang ibu dan perempuan. Dan saya lebih bahagia! Saya menemukan kebahagiaan paling murni di masa memasuki usia cantik saya. Iya, tahun 2016 ini saya genap berusia 40 tahun. Dan yang saya inginkan saat ini hanyalah bisa tertawa bersama keluarga. Yang lain, boleh diambil kalau sempat, tapi nggak perlu dikejar kalau tidak membuat hati saya lebih baik dari tertawa bersama mereka.



Satu lagi resep bahagia yang saya temukan dalam perjalanan saya memasuki usia cantik; banyak-banyaklah berinteraksi dengan anak-anak. Mereka memiliki niat paling murni dan tawa paling tulus tanpa kepentingan, tendensi dan prasangka. Sejak saya rutin bermain dengan anak-anak, mengumpulkan mereka di rumah untuk bermain kreatifitas yang kami sebut Safina’s Fun Art Club, saya makin sering tersenyum dan tertawa melihat polah polos mereka. Selesai kegiatan, biasanya capek luar biasa, tapi senangnya lebih besar.  



Ternyata bahagia itu buat saya adalah banyak tertawa dengan orang-orang yang paling saya cintai. Saya jadi menemukan hal-hal yang tidak terduga juga, misalnya, ternyata anak perempuan saya punya bakat melawak. Tiap hari ada aja kelakuannya yang membuat kami sekeluarga ngakak nggak abis-abis. Oh, and a bit additional, saya menemukan lagi hobi lama saya menggambar yang terlupakan ternyata sekarang makin melengkapi “kesederhanaan” bahagia saya. Kalau udah begini, mau minta apa lagi, sih sama Tuhan selain panjang umur dan bonus awet muda? I’m at my best today. 



Ngomong soal awet muda, hati boleh selalu merasa muda, tapi urusan kulit ya tetap harus dijaga, kan, ya? Kata orang sih, banyak ketawa bisa bikin awet muda. Tapi ada juga yang bilang, banyak ketawa, bikin garis tawa di sekitar mulut dan bibir makin kelihatan, lho. Apalagi kalau udah masuk usia cantik, nih. Itu asal-muasal kerutan di wajah. Waduh. Masak setelan muka harus tegang terus  demi menghindari kerutan dini? Errrgh. Kasian anak saya yang tukang ngelawak itu, kalo saya nggak ketawa sama joke-nya, dia bisa seddiiih. Heuheuehu.



Ternyata nggak susah kok menjaga kulit wajah di usia cantik (memasuki 40 tahun). Tenang ajalah, ada L’Oreal Revitalift Dermalift dari L’Oreal Paris. Rangkaian produk ini memang dikhususkan untuk perempuan usia matang kayak saya, nih. Masuk usia 35 tahun, harus udah mulai concern sama masalah-masalah kulit yang muncul. Sebisa mungkin kerutan-kerutan sekitar mata dan mulut ditunda kedatangannya dengan melakukan perawatan kulit. Makanya kudu rajin membersihkan muka dan pakai cream perawatan hariannya. Selain makan sehat dan banyak minum air putih, ya. Olahraga juga jangan lupa. Penting! 



Setelah lebih dari satu bulan mencoba rangkaian produk Revitalift Dermalift ini, saya merasakan sendiri kecantikan kulit wajah ada perubahan. Yang tadinya kulit wajah saya kering dan kusam, sekarang agak kenyal dan lembab. Setiap pagi sebelum memakai make-up dan malam menjelang tidur, saya membersihkan muka dengan Milky Cleansing Foam Revitalift Dermalift. Saya suka cleansing foam-nya, karena wanginya segar dan terasa ringan di kulit wajah saya. Setelah membersihkan wajah, pagi hari saya pakai Day Cream Revitalift SPF 23++ untuk melindungi kulit wajah dari efek paparan sinar matahari. Menjelang tidur, pakai Night Cream Revitalift. Waktu cari-cari tahu seputar tiga produk ini, saya menemukan kalau rangkaian produk L’oreal Dermalift ini mengandung Centella Asiatica yang diyakini mampu mengurangi kerutan sampai 27% dan meningkatkan kekencangan kullit sampai 35%, terutama di area-area rawan kerutan seperti antara alis mata, bawah mata, ujung luar mata, garis tawa/senyum sampai leher. Kalau penasaran mau nyobain, produk ini bisa didapat di http://bit.ly/UsiaCantik ya, kakaak. Serius, deh. Harus coba. 



Sekali lagi, kecantikan wajah nggak akan terlalu signifikan pengaruhnya terhadap kebahagiaan kita sebagai manusia, karena yang paling penting itu menjaga hati dari hal-hal yang merusak pikiran dan kebahagiaan. Tapi dengan terjaganya kesehatan kulit, setidaknya ikut menjaga mood kita sebagai perempuan yang sedang masuk masa rawan masalah kulit. Satu masalah sudah tertangani (masalah kulit), sehingga usia cantik bisa dihadapi dengan senyum. Yuk, senyum di usia cantik!

Gerakan #UsiaCantik ini sepenuhnya didukung oleh L’Oreal Paris Revitalift Dermalift.

#UsiaCantik
#LorealDermalift
#Emak2Blogger
#Emakblogger




Senin, 05 September 2016

Women's Project, Kiprah Empat Macan Ternak

Assalamu'alaikum.

Mulai akrab dengan istilah "Macan Ternak"? Mama Cantik Anter Anak Sekolah? Aish, saya juga udah lama klaim kalau saya masuk dalam golongan ini. Tiap hari mondar-mandir rumah, sekolah, tempa les, minimarket, toko buku de el el de es be. Soal cantik, ya relatiplah, ya. Tergantung tingkat kepede-an si mamak. Hahaha. Yang jelas, mama-mama tukang anter anak tiap hari itu jangan dianggep remeh potensinya.


Contohnya empat teman saya ini. Mereka (Ila, Elga, Dewina dan Diana) adalah empat orang mama yang setiap hari nganter anak ke sekolah dan kadang nungguin anak-anaknya di sekolah. Emak-emak kalau nungguin anak di sekolah tuh ngapain, sih? Buang-buang waktu amat? Yoih, miring bener itu yang punya pendapat kayak gitu. Saya pribadi, udah lama punya pendapat kuat soal mama-mama "tukang nungguin anak di sekolah ini: "Jangan pernah meremehkan potensi perempuan, apalagi kalau udah ngumpul lebih dari dua orang. Big things can happen. Just wait!" 


Ila, Dewi, Elga dan Diana contoh nyatanya. Setelah akrab selama beberapa bulan di sekolah sambil nungguin anak, mereka mulai berpikir untuk melakukan sesuatu yang bisa memanfaatkan waktu menunggu anak-anak di sekolah, bermanfaat buat diri sendiri, plus bermanfaat buat orang lain. Terwujudlah yang mereka namakan Women's Project


Basically, Women's Project ini adalah rintisan usaha mereka berempat di lini muslimah fashion. Untuk saat ini mereka masih berkutat di hijab. Jualan jilbab? Yaelah, biasa banget! Ngik, jangan buru-buru mencibir. Women's Project ini judulnya memang digawangi oleh 4 ibu-ibu, tapi mereka sangat terorganisir dan memiliki plan untuk setiap langkah. Masing-masing, sejak awal sudah punya bagian yang harus mereka pegang dengan serius. Ila dan Diana fokus mengurus fashon side dari Women's Project, mulai dari mencari bahan, memilih warna, menciptakan model hijab sampai belanja ke sana ke mari. Elga fokus memegang semua urusan social media dan online Women's Project. Dan Mbak Dewina kebagian tugas di bagian produksi alias berurusan dengan para penjahit dan mengawasi proses pengerjaan agar hasilnya berkualitas.


So, jadi macan ternak bukan berarti nggak bisa bikin sesuatu yang keren, ya. Buktinyaaa, saya udah coba beberapa produk shawl dari Women's Project. Tiap potong hijab dijahit dengan sangat rapi. Potongan yang rapi, bahan yang memang pilihan dan juga ukuran yang nggak pelit, alias lebar. Tiap beberapa periode mereka selalu rembug-an untuk mencari sesuatu yang baru lagi untuk diproduksi. Yang bikin tambah kagum sama mereka, semua diawali dengan modal pas-pasan, dan sekarang mereka sudah mulai punya beberapa pekerja (penjahit dan tukang potong bahan). Terharu mendengar cerita kalau mereka bisa juga memberi manfaat buat orang lain, memberi lahan pekerjaan untuk yang memiliki keahlian tapi kurang mendapat kesempatan. 


Bocoran aja, akun IG Women's Project sekarang lagi ngadain giveaway supaya bisa mendapat ekpose lebih banyak di social media, terutama Instagram. Buruan, yang doyan gratisan, ikutan. Cuma sampai tanggal 8 September. Siapa tau beruntung, bisa ikut eksis kece pake jilbab produksi para macan ternak ini. Hihihihi. Oh iya, akun IG mereka nggak melulu jualan hijab, kok. Kalau mau dapet inspirasi tutorial memakai hijab berbagai model, juga ada. Selain itu, mereka juga selalu post kegiatan mereka dalam menjalankan bisnis, misalnya waktu lagi rempong belanja kain, atau waktu lagi meeting di sela-sela waktu menunggu anak di sekolah. Jadi seru aja ngikutiinnya. ;)


Rabu, 29 Juni 2016

Karena Bahagia itu Cantik (Atau Sebaliknya?)

"Manda why do you have so many make-up on your case?"

Keponakan perempuan saya, Fia, sedang menjelang usia ABG, nanya sambil main-mainin isi cosmetic's case milik saya. 

"Because I love them!" ujar saya semringah sambil nyomot mascara kesayangan dari tangannya.

"Do you have to put on so much make-up everyday?"

Saya ngerti, di umurnya yang menjelang 12 tahun, rasa ingin tahu anak perempuan soal kosmetik dan kecantikan memang sedang rawan-rawannya. Saya mulai menyusun kata-kata untuk bisa menjelaskan kenapa saya begitu suka memakai make-up.

"I don't have to put on so much make-up. Nobody makes me do it. I just love to do it. Do you understand the difference?"

Fia mengangguk ragu. "I put on make-up because I love to put on make-up. I have so many make-up because I love having them. It's the same thing like you love to read books. Do you have to spend so much time to read books? Do you have to have so many books? Does anyone force you to read those books?" Lanjut saya.

"No. Nobody force me to read books. Except, my teacher, maybe. But, I love reading story books."

Nama: Emak Gaoel. Hobi: dandan, guilty as charged. :p

Sesungguhnya pertanyaan yang dilemparkan Fia sering sekali saya dengar dan baca di timeline. Banyak orang (laki-laki dan perempuan) yang tidak paham kenapa ada perempuan yang begitu suka memakai make-up. Menghabiskan waktu lebih lama di depan cermin hanya untuk menyeimbangkan bentuk alis. Bela-belain hapus make-up cuma karena wing eyeliner kanan nungging lebih tinggi dari yang kiri. Atau gregetan sendiri karena warna blush on terlalu gonjreng. "Why?" tanya mereka.

Karena saya menikmatinya. Percayalah, saya pakai make-up bukan cuma pas mau keluar rumah aja. Kadang kalau kerjaan rumah lagi selow, saya suka iseng dandan kumplit sebulu-bulu mata palsu pun dipake. Buat apaah? Buat suka-suka hati saya. Hahaha.

Memakai Make Up Sebagai Terapi
I put on make up to make me feel good about myself, not to impress other people.

Buat sebagian besar perempuan, dandan itu bukan perkara pengen tampil cantik. Efek setelah dandan ya emang biasanya jadi lebih enak dipandang, tapi sebenernya yang dicari itu efek terapinya, kalau buat saya, ya. Hlah, kok jadi lari ke terapi segala?

Lah iya, semua studi psikologi pasti mengaminkan kalau manusia yang bahagia adalah yang bisa melakukan hal-hal yang disukainya tanpa kekangan, paksaan atau pun tudingan. Iya apa iya? Soal preferensi hal-hal yang disukai itu apa, tentu saja gak bisa disamaratakan antara satu manusia dengan manusia yang lain. Antara satu perempuan dengan perempuan yang lain. As for me, saya suka dan menikmati proses berdandan, untuk keluar rumah atau pun tidak. Saya menikmati melihat refleksi wajah saya sejak polos tanpa sapuan foundation, sampai berseri-seri setelah kena "tampar" blush on. Cih, ngerasa cantik, ya? Nggak, sis. Saya ngerasa BAHAGIA. Udah, gitu aja. Wkwkwkwk. Dan gak bisa bantah kan, kalau kita bahagia, akan kelihatan ke pancaran sinar muka kita, dengan atau tanpa kosmetik. Setuju?

Besides cosmetics, hang out with besties will also makes me happy.

By the way, ada studi-nya juga lho, memakai make-up bisa jadi mood booster. Contoh, kalau lagi butuh "suntikan" percaya diri, misalnya mau ketemu klien penting, pakai lipstik warna merah menyala, sis. Ngaca bentar, sambil senyum, tapi jangan kelamaan senyum-senyumnya. Coba dirasa-rasain, agak lebih pede gak sekarang? Kalau aku sih, yes. Gak tau kalo Mas Anang. Halah. Atau, lagi ngerasa kesehatan menurun? Mungkin kurang minum air putih, kak. Selain banyakin minum air, coba pakai foundation dengan baik, karena ngasih efek warna kulit wajah kita lebih bercahaya sehingga mood kita terarah juga ke perasaan menjadi lebih sehat. Yeah, karena saya bahasnya seiprit, emang bakalan banyak banget celah untuk membantah kajian tadi, ya. Tapi at least, untuk short term mood booster, it works. Trust me.

Kulit Wajah Bermasalah Karena Banyak Memakai Make Up?
Hasil 5 hari memakai Cetaphil Gentle Skin Cleanser, kulit wajah terasa sehat.

Pake make-up segitu banyak, kulit wajah gak ngambek apa? Oh, ya ngambeklah kalau jorok. Hahaha. Sis, itu brush foundation udah berapa tahun gak dicuci? Itu sponge bedak udah gak keliatan warna aslinya, ganti atuhlah. Eh, mau tidur kok gak pernah bersihin muka? Naaah! Gara-gara jorok, kan? Makanya bersihin muka yang bener. Pake Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Ahsek.


Kenapa pake Cetaphil?

1. Karena cocok untuk semua jenis kulit wajah, terutama yang sensitif. Buat saya, sering make make-up itu udah masuk dalam area kulit wajah sensitif, karena lebih sering terpapar benda asing. So, buat bersihin muka, saya emang suka ribet. Beda kalau milih lipstik, harga 20 ribuan pun kalau penasaran, dihajar aja. Huahahaha. Muka grosiran lu, mak!

2. Karena bahan-bahan pembuatnya salah satunya adalah purified water, yang pastinya minimal bahan kimia. Ada sih beberapa nama kimia dalam ingredients Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini. Tapi setelah dipelajari lewat Mbah Google, insya Allah semuanya aman.

3. No fragrance and soap free. Lah, iki piye? Pembersih muka kok gak wangi dan gak berbusa? Hadooh, tadi katanya mau aman? Ya kurang aman apa coba, tanpa tambahan pewangi dan bahan sabun, artinya berkurang kandungan kimia di dalamnya.

4. Praktis. Swear, ini yang paling saya suka dari Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Makainya nggak ribet. Kalau mau pake air, bisa. Tinggal bilas aja. Tapi mau langsung dipakai gitu aja tanpa bilas pun bisa. Aaak, suka!

5. Gampang nyarinya. Ada di mana-mana, kok. Cari di drugs store deket rumah, pasti nemu. Apa? Mahal? Kagak! Sumpah irit, jadi harga mahal pun gak berasa, karena makenya juga gak harus sampe cemong-cemong masuk idung. Dikiit aja udah cukup. Gak percaya? Lihat demonstrasi pemakaiannya di video saya ini. Cuuus!



I feel beautiful because I'm happy. 

Jadi,nggak usah takut dituding aneh-aneh gara-gara suka dandan. Bukan orang lain yang membuat kita bahagia, tapi diri kita sendiri. Nah, kalo suka dandan, jangan lupa bersihin muka yang bener. Pake Cetaphil Gentle Skin Cleanser, ya. Btw, kalau mau belajar banyak soal perawatan kulit bareng Cetaphil, bisa ke sini, ya. Atau kepoin akun socmednya di Fanpage Cetaphil Indonesia, Twitter @cetaphil_id, Youtube Cetaphil Indonesia dan Instagram @cetaphil_id.

Sabtu, 04 Juni 2016

Muka Makin Kinclong Pakai Derma Bright

  9 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

Sebagai warga Bekasi, keluar rumah siang-siang, pas matahari lagi mencrang kece, udah gak bisa dihindari lagi. Lagian, sekarang di mana sih yang gak panas siang-siang, coba? Kemaren baru pulang dari Kuala Lumpur, ajigile, lebih panas dari Bekesyong, yaah. Mana sempet sok-sok bule, berjemur jam 12 siang di atas bis Hop On Hop Off yang open air alias gak ada atapnya. Keliling kota Kuala Lumpur 2 jam-an. Hahaha. Mateng!



Nantangin matahari Kuala Lumpur jam 12 tengah hari di atas bis Hop On Hop Off. Hihihi.

Sebenernya, alhamdulillaah sih, saya mah selalu pake yang namanya sunblock atau sunscreen. Yang bikin mleketek dumpleng eneg banget itu, muka udah kece banget pake make up. Terus seharian keringetan dan jalan-jalan keluar. Pulang-pulang rasanya tuh kayak ada daki setebel 2 cm di muka. Geuleuh banget. Bawaanya pengen cepet-cepet bersihin.

Sok senyum kece, padahal matahari lagi galak banget di atas kepala. (Royal Floria, Putrajaya, Kuala Lumpur)

Untung kemaren 5 hari di Kuala Lumpur, saya bawa serial Toner, Cleanser dan Day Cream dari Biokos Martha Tilaar, Derma Bright. Uwwaaah, bahagia itu sederhana sekali, sodara-sodara! Sesederhana bisa ngerok daki di muka sampe abis! Puasss! 


Derma Bright Toner and Cleanser

Sejoli ini langsung jadi pembersih favorit saya, karena daya membersihkannya yang kece tapi rasanya light banget di wajah. Kan suka ada tuh pembersih mka yang berasanya creamy banget. Boro-boro berasa seger abis bersihin wajah, malah perasaan jadi tambah berminyak. Malez, kan maz. Derma Bright Cleanser dan Toner dari Biokos Martha Tilaar ini sudah memberikan beberapa keuntungan ke wajah kita:

1. Lightening, karena mengandung Alpha Arbutin yang membantu menghambat pembentukan melanin. Melanin itu zat protein yang menentukan warna kulit kita. Makin banyak melanin terbentuk, maka makin gelap warna kulit kita. Jadi kalau pembentukan melanin ini bisa sedikit dihambat, kulit wajah kita akan terlihat sedikit lebih terang. Tring!
2. Brightening, karena mengandung Bio-Brightening Complex yang membantu menyamarkan noda, meningkatkan kecerahan kulit dan membuat kulit tampak bercahaya. Twewwew, jadi bola lampu, saking kinclongnya. Hihihi.
3. Anti Irritation, aman dipakai setiap hari. Lagian beneran emang light banget sih terasanya di kulit. Jadi jangan khawatir bisa menimbulkan iritasi di kulit wajah. 


Mana kemasan botolnya kece banget dan praktis. Kita gak perlu putar-putar tutup botol untuk membukanya. Cukup tarik, lalu tekan bagian atas botol, cleanser dan toner bisa langsung kita aplikasikan dengan menggunakan kapas pembersih. Pakainya juga dikiiit, aja. Rasakan sendiri sensasi segarnya. Aaaaaahhhh .....

Derma Bright Intensive Brightening Day Cream SPF 25

Dengan SPF 25, kulit wajah rasanya aman terlindungi dari sinar matahari. Dan kemasannya juga praktis, tinggal buka tutup atasnya dengan cara ditarik, lalu tekan, cream keluar dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Day Cream ini punya beberapa kelebihan:


1. Spot Concealer, bisa jadi penyamar noda di wajah, karena mengandung Humulus Lupulus Extract yang membantu menyamarkan hyperpigmentasi.
2. Lightening, membantu menghambat pertumbuhan melanin.
3. Brightening, membantu mencerahkan kulit wajah.
4. UV Protection, melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV A dan UV B yang bisa berdampak kulit terbakar (sunburn), warna kulit menjadi gelap (tanning) dan juga penuaan dini.
5. Anti Irritation, karena creamnya light, aman dipakai setiap hari. 

Senanglah, pas banget kemarin jalan-jalan, pas udah kenal sama Derma Bright dari Biokos Martha Tilaar. Kulitku amaaan, sehat dan terjaga. Ahiks. ^_^


Sabtu, 21 Mei 2016

Beauty Without Worry bersama Caring by Biokos Martha Tilaar

  8 comments    
categories: 
Assalamu'alaikum.

Alhamdulillaah, setelah berminggu-minggu hampir karatan di rumah, akhirnya Emak Gaoel bisa syantiex-syantiex lagi di acara Biokos, Sabtu lalu (14 Mei 2016) di Mal Kelapa Gading 3. Terima kasih untuk Kumpulan Emak Blogger (KEB) yang sudah mengundang saya ke acara super fun dan super beauty itu, ya. That was exactly what I needed. :D



Acara yang diadakan di main atrium MKG 3, Jakarta Fashion and Food Festival 2016,  malam itu adalah Beauty Without Worry yang diadakan oleh Biokos dan Caring by Biokos Martha Tilaar. Begitu melihat rundown acara, hati langsung berbunga-bunga bahagia. Tau dong, saya suka suka sukaa banget sama kosmetik/make up. Dan di acara ini nanti, bukan cuma ada beauty class aja, tapi juga beauty talk dari para pakar kecantikan Biokos dan ada kompetisinya juga. Meluncuuurrrr!

Benar kata pepatah ya, jarak jauh nggak terasa kalau perjalanan dilakukan bersama sahabat. Sore itu saya menuju Kelapa Gading dari Bekasi, bareng Irma Susanti dan Mira Sahid. Btw, Mak Irma sewot pasti nih, "Iyalah, kagak berasa jauh sama lo, mak! Yan nyetir kan guwwe!" Hahaha, cipok! :*


Sampai di ruang management Mal Kelapa Gading, beauty blogger yang diundang mendapat briefing singkat dari team Biokos. Ternyata saya terpilih menjadi salah satu dari 8 beauty blogger yang nantinya akan menjadi mentor di meja saya saat beauty short class berlangsung. Dan para mentor ini mendapat wewenang untuk memilih satu peserta dari mejanya masing-masing untuk menjadi kandidat pemenang beaty competition. Wah, what an honor. Tebelin gincu.

FYI aja, acara Beauty Without Worry ini dikemas elegan dan berkelas banget. Apalagi salah satu bintang tamunya ada Sissy Prescillia yang lagi ngehits (again) dari film AADC 2. Selain Sissy, ada juga Dine Aisah, member KEB yang juga seorang beauty blogger femeus. Yang pasti, akan ada Brand Manager dari Biokos juga yang akan berbagi informasi seputar produk Biokos dan Caring by Biokos supaya kita bisa merasa beauty without worry.


Jadi beauty without worry itu apa sih maksudnya? So, jujur aja nih, saya suka banget eksperimen make up di rumah. Sering gonta-ganti merek karena keperluan review atau cuma iseng doang. Kadang kepikiran sih, "Waduh, aman gak, ya? Abis ini muka gue bakal jerawatan nggak, ya?" Di acara ini, Biokos lewat Brand Managernya mengenalkan rangkaian perawatan kulit dan juga kosmetik yang selain membuat kita tampil lebih cantik, juga sebagai perawatan dalam waktu yang bersamaan. Salah satu produk baru yang di-hilite Biokos malam itu adalah Two Way Cake Caring, Advanced Hydra Protection Dual Action Cake terbaru dari Caring by Biokos Martha Tilaar yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan perawatan kulit atau yang disebut Skincare Make Up. Two Way Cake ini ada tiga jenis disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing, yaitu Brightening Moist untuk memberikan kesan warna kulit lebih cerah, Timeless Illuminate untuk kulit kering dan No More Shine untuk kulit kering. 


Sissy Prescillia malam itu juga berbagi tentang kesehariannya yang gak bisa lepas dari make up karena kesibukannya. Makanya penting banget buat Sissy untuk yakin kalau rangkaian produk kosmetik yang digunakannya sudah sekaligus mengandung perawatan kulit. Dan Dine Aisah malam itu sharing seputar topik yang sedang hangat diperbincangkan seputar beauty dan make up di social media/blog. 

Kenyang dapat insight berharga dari bintang tamu keren tadi, akhirnya kita mulai beauty short class-nya. Ini seru banget. Make Up Artist yang memandu kita di stage adalah MUA yang sudah biasa menangani event-event besar seperti Indonesian Idol, lho. Waks, kalau ikut kelas berbayarnya, berapa itu? Berhubung di awal saya ditunjuk sebagai mentor untuk undangan di meja saya, akhirnya saya pun kenalan sama teman-teman baru yang satu meja dengan saya. Salah satunya adalah Karina yang kelihatannya masih kecil banget. Beneran, pas saya tanya, ternyata Karina baru kelas 2 SMA. Dia datang sama Mamanya yang juga duduk demeja dengan kami. 



Biar pun namanya short class, tapi kami dipandu mulai dari awal banget, lho. Membersihkan muka dengan benar, memakai moisturizer, memakai BB Cream, baru mulai step by step make up dasar mulai dari bedak, alis, eye shadow, eye liner, mascara, blush on dan lipstick. Aaah, me love it! ^_^ Enjoy banget ngikutinnya, serasa lagi terapi. Hahaha. 


Setelah beauty short class selesai, saya pun memilih Karina untuk maju ke panggung sebagai perwakilan kandidat beauty competition dari meja kami. Alasan saya memilih Karina, karena dandanannya sesuai dengan usianya, gak terlalu tebal dan segar banget di wajahnya yang imut itu. Pilihan saya nggak salah ternyata. Sissy, Dine dan Biokos memilih Karina sebagai salah satu dari 3 pemenang beauty competition malam itu. Walaupun saya nggak banyak andil waktu Karina make-up-an, sebagai mentor yang memilihnya saya lumayan bangga dan seneng juga. 


Malam itu beneran deh jadi malam menyenangkan bersama sahabat-sahabat blogger dari KEB sekaligus malam cantik bareng Biokos. Pulang dengan make up rapi, perasaan percaya diri dan juga oleh-oleh dari Biokos dan Caring by Biokos. Nanti di postingan selanjutnya saya akan cerita-cerita juga tentang beberapa produk dari Biokos, ya. Terima kasih undangannya, KEB dan Biokos! Kapan-kapan lagi, ya. :*

Kamis, 21 Januari 2016

Sonya Thaniya, Fashion Blogger dan Entrepreneur Muda

  23 comments    
categories: ,
Assalamu'alaikum.

Baru-baru ini saya dapat kenalan baru, cewek imut lucu, modisnya gak pake takeran, pokoknya kalau papasan sama dia di mall pasti langsung noleh karena gayanya yang gak biasa tapi keren. Saya juga nggak sengaja lihat dia waktu hadir di acara Lip Party Estee Lauder di Plaza Senayan beberapa minggu yang lalu. Dari kejauhan saya cuma bisa komentar dalam hati, "Ih, ni anak lucu banget gayanya." Modis, edgy, tapi cocok dan gak maksain. Berhubung saya lagi buru-buru waktu itu, nggak sempet kenalan langsung.




Sampai rumah, langsung saya kepoin akun Instagram Estee Lauder dan nemu foto dia di sana. Namanya Sonya Thaniya. Centreng, langsung follow, daan langsung betah lihat foto-foto fashion personal style-nya. Pantes keren ni anak, ternyata Sonya ini fashion blogger yang lumayan terkenal, sementara saya aja yang kurang piknik di ranah fashion, jadi baru tau. Hahaha. Daripada keterusan dibilang gak kekinian dan kurang piknik, saya langsung ajak kenalan dan minta waktu untuk wawancara Sonya atau Onya. Ih, anaknya ramah banget ternyata. Suka, deh!

Sonya Thaniya atau Onya ini umurnya baru 20 tahun, sodara-sodara! Dengan mantap Onya bilang kalau pekerjaannya adalah: blogger dan owner dari 2 online shop fashion dan crafting miliknya. A fashionista and a businesswoman (ralat: business girl)! Kalau di bio blognya Onya menulis profesinya: blogger, crafter and entrepreneur. Saya suka sama anak muda model begini. Pede, tau apa yang dia suka dan mau, dan mau take action. 


Blog Onya sendiri sama bikin betahnya sama akun Instagramnya. Penuh sama foto-foto personal style Onya dan bebrapa teman dan kenalannya di dunia fashion. Dari ceritanya ke saya via email, Onya udah suka sama dunia fashion sejak dia masih kecil karena Mamanya dulu suka banget dandanin dia pakai baju yang lucu-lucu dan punya cutting yang unik-unik. Tuh, mak ... yang punya anak cewek kalau ntar mau jadi fashion blogger, emaknya juga harus punya sense of fashion yang bagus. Hihihi. 

Onya mulai terjun jadi fashion blogger sekitar dua tahun yang lalu. Kiprah Onya sebagai fashion blogger banyak diakui oleh di beberapa fashion event dan magazine, lho. Saya lihat profilnya pernah masuk di beberapa majalah kayak Gogirl!, Looks dan Gadis. Selain itu, Onya juga pernah memang beberapa kali challenge dan lomba fashion. Ya iyalah, liat aja gaya-gaya di foto-fotonya ini, beda banget, kan? Duh, coba mamak masih muda, nak. Mau deh itu ke mall pake kupluk sama boots ala-ala gothic gitu. (Nyadar, mak! Dzikiiiir!)


Karena fashion style Onya yang unik itu, saya penasaran dong, inspirasinya datang dari mana? Onya bilang, fashion style yang dia suka memang cenderung ke yang edgy dan colorful. Onya mengidolakan beberapa fashion blogger yang memberinya inspirasi seperti Diana Rikasari, Sonia Eryka dan Luanna. 

Buat aku fashion itu di mana aku bisa mengekspresikan mood aku di hari it. Kadang aku tampil colorful, kadang minimalis, kadang monochrome-edgy, karena buat aku fashion itu 'suka-suka kita' asal tetep enak dilihat. Jadi aku bebas berekspresi dan berharap bisa sedikit menginspirasi."

Seneng deh bisa ngobrol-ngobrol sama anak muda yang percaya diri kayak Onya ini. Semangat jadi tumbuh dan banyak mendapat inspirasi. Berhubung Emak Gaoel udah rada telat buat jadi fashion blogger, saya bagi ceritanya aja di sini, ya. Biar inspirasi dari Onya ini bisa sampai ke anak-anak muda lain yang baca Blog Emak Gaoel. (Wait. Anak muda kok bacanya bloog emak-emak?). Entahlah. 


Terakhir dari Onya buat pembaca Blog Emak Gaoel, nih. Sedikit fashion tips:

Pakai apa pun yang kamu rasa percaya diri waktu memakainya, karena menurutku itu kunci utamanya. Kalau kita confident dengan apa yang kita pakai, orang lain juga pasti suka dan enak melihat style kita."
Ahseek! Next time, kalau kamu lihat ada cewek kecil, imut pakai baju yang unik dan gak biasa, coba ajak kenalan. Siapa tau itu Onya. ;) Terima kasih, Onya udah mau berbagi di Blog Emak Gaoel. Semoga makin sukses. Kiss. 

Senin, 11 Januari 2016

Make Up "Daster" Battle

  12 comments    
categories: 
Assalamu'alaikum.

Marilah, kita tampilnya, emak-emak dasteran yang udah ngerasa "busuk" banget belum mandi abis ngosrekin kamar mandi dan mual ngeliat muka sendiri di kaca. Buseet, muka apa panci isi minyak? Wkwkwkwk.

Tersebutlah dua emak yang aslinya kece bingitz, tapi "busuk". Doyannya dasteran di rumah. Yang satu gara-gara lagi libur, yang satunya emang udah "busuk" dari sononya. Ho oh, yang terakhir itu mah emang saya. Yang satunya lagi itu temen saya, Dewi Theo. Dewi ini kerjanya Make Up Artist profesional, lho! Terus minggu lalu saya ngekek aja baca statusnya di Facebook yang napasnya galau banget. Antara ngerasa udah karatan banget kelamaan libur di rumah, nggak dandan dan ganti daster dan keinginan kuat untuk dandan tapi buat apa? Semacam itulah kegalauan hati Jeng Dewi.


Sebagai perempuan berhati bidadari, hati saya terketuk untuk ... ngajakin Dewi dandan. Halah. Soalnya saya salah satu pengagum hasil kerja Dewi yang sering dia share di Facebook. Ya udah atuhlah, sekalian aja, mumpung lagi "busuk" di rumah, main-main kosmetik terus share ke temen-temen Emak Gaoel di sini pakai apa aja. Kan asik, yaa. Sebelumnya, saya udah pernah juga main-main dandan bareng gini sama Caroline Adenan, kita nyebutnya Make Up Battle, Friday Madness edition. Huahaha, itu mah "gila", bawa perabotan lenong ke mall, terus dandan bareng di food court. Baca ceritanya di sini, ya. 

Waktu Make Up Battle sama Oline di Grand Galaxi Park Food Court

Lanjut, karena selain saya berhati bidadari, saya juga berjiwa songong (kok kontradiktif), saya juga mau ikutanlah dandan-dandan walaupun masih dasteran dan busuk juga di rumah. Mandi aja belom. Huahaha. Jadilah, saya dan Dewi (di rumah masing-masing), masih dasteran (entah Dewi udah mandi apa belom, saya mah belom), dandan komplit mulai dari foundation sampai eyeliner melejit, hanya demi untuk bikin foto yang ada di sini. Yah, sebutlah kami: senang berbagi dalam daster. Enjoy!

Dewi Theo, Professional Make Up Artist

Dewi nggak ngasih foto before-nya. Alesannya, dese udah keburu dandan. Hmmm ... *lirik curiga* Menurut penjelasan Dewi, produk yang dia pakai untuk look natural (ala dasteran) ini adalah sebagai berikut:

Foundie : Cover Girl mixed with Loreal LUMI
Highlighter : Loreal LUMI
Concealer : Maybeline FIT
Contour : MakeoverID in Caramel
Powder : MakeOverID in Snow
Blush : Milani Baked Blush
Eyebrow: Silky Girl pencil in dark brown, NYX eyebrow kit
Eyeshadow: Naked 2 and Lorac pallete
Eyeliner : Borjouis
Mascara : Rimmel GLAM.
Lipstick : Sariayu Borneo B-04

Emak Gaoel, Professional Emak Gaoel

Dan untuk tampilan saya yang belum mandi kali ini, saya pakai:

Foundation: Mustika Ratu Simply Stay Caramel Latte
Concealer: POND's Pen Correction
Eyebrow: Sephora 
Eyeliner: Revlon Colorstay Black
Eyeshadow: Max Factor 
Eyelashes: D'Eyeko Natural Lash
Mascara: Estee Lauder Sumptuous Black
Lipstick: Oriflame Pure Color Radiant Red mixed with Oriflame The ONE Cranberry Cream.


Terlihat nyata kan, bedanya antara amatiran sama profesional? Saya boro-boro punya perangkat contouring dan highlighting. Kalau lagi sok tau, paling coba-coba contouring pakai sisa-sisa eyeshadow. Cian bener lu, mak. 

Yah, pokoknya gitu, deh drama sehari kehidupan dua emak berdaster minggu lalu. Semoga menginspirasi. (Menginspirasi gimana maksudnya? Supaya nggak usah mandi, gitu?)

Selasa, 03 November 2015

Kosmetik Andalan

  50 comments    
categories: , ,
Assalamu'alaikum.

Pernah baca cerita saya yang iseng Make-Up Battle sama Oline? Atau baca tentang apa itu "Cantik" menurut versi saya? Beberapa orang mungkin nggak ngerti kenapa saya suka banget sama yang namanya kosmetik. Susah juga jelasinnya karena kayak orang jatuh cinta aja, kalau ditanya kenapa suka sama si dia. Yah, pokoknya suka aja. Wkwkwk.

Ekspresinya manaaa? Ini, kaak! Ya, tapi nggak usah ngeselin gitu dong muke lo!  :v 

Buat saya make up atau kosmetik lebih dari sekedar perabotan lenong. Mereka itu "mainan", hiburan, hobi, terapi relaksasi dan masih banyak lagi. "Ribet banget tiap mau keluar rumah harus pake make up." Nggak kok, kan suka. Hihihi. Kecuali melakukannya karena terpaksa, put on my make up is actually a fun thing to do. 

Apa aja sih yang saya pakai setiap hari? Penting banget ya buat dibagi di blog? PENTING! Daripada nggak ada update-an. Wakakakak! Yah, siapa tahu ya, ada yang lagi cari-cari referensi make up yang cucok dan fierce buat kulit wajah yang warnanya senada sama kulit saya yang eksotis caramel ini. Bhihihi. Sekalian saya share kelebihan dan kekurangannya (kalau ada). 

Face


Untuk foundation saya pakai Mustika Ratu Simply Stay warna Caramel Latte. (Lalu mendadak pengen ngopi). Udah lama banget nyari warna yang cocok sama kulit wajah saya, tapi selalu berakhir terlalu putih. Dikasih yang rada coklat juga, ternyata kurang pas. Setelah diselidiki dengan seksama, ternyata warna kulit saya itu dominan merah. Jadi nggak sama persis dengan yang berkulit gelap tapi kecoklatan. Intinya, rada aneh aja warna kulit lo, mak. Emberr. Liquid foundation Simply Stay warna ini paling pas jatuhnya di wajah saya, karena nggak belang-bonteng. Jenisnya liquid sih, tapi sebenernya teksturnya lebih creamy dan padat. Jadi kalau ngeluarin dari tube-nya jangan kebanyakan. Dikit aja udah bisa cover semuka-muka, kok. Kata kemasananya sih sudah mengandung vitamin E dan cocok untuk semua jenis kulit. Btw, jenis kulit saya kombinasi (kering di T-area dan berminyak di area lainnya). 

Untuk concealer atau penyamar noda saya pakai Pimple Cover and Care dari POND'S Concealer Pen. Biasanya cuma buat area di bawah mata dan beberapa spot bekas jerawat yang keliatan genggeus doang, sih. Saya nggak tahu apa ini punya pilihan warna atau nggak. Tapi yang saya pakai ini warnanya natural beige dan blending sempurna dengan foundation begitu diaplikasikan. 

Untuk bedak, dari dulu saya lebih nyaman pakai compact ketimbang loose powder. Sejak ada Wardah, saya jadi pemakai setianya. Yang saya pakai ini adalah Wardah Two Way Cake warna Sandy Beige. Agak lebih terang sedikit dari warna foundation saya. Tapi begitu di-blend jadinya natural, kok. Nggak kayak pake topeng. Butirannya juga halus, jadi waktu diaplikasikan ke wajah pakai sponge-nya, langsung nemplok betah. Saya suka banget sama kemasannya yang memisahkan tempat sponge dengan bedaknya. Jadi sponge nggak belepotan kalau lagi nggak dipakai. 

Eyes


Untuk area mata, karena saya suka banget coba-coba kosmetik mata, banyak banget pilihannya. Tapi ini yang lagi sering saya pakai. Untuk alis mata saya masih setia sama pensil alis dari PIXY. Teksturnya rada keras sih, tapi justru itu saya suka. Mungkin buat yang sukanya pensil alis yang creamy agak kurang cocok. Kalau saya, karena sering salah belok pas lagi ngebentuk alis, pakai pensil alis PIXY ini malah enak. Jadi nggak panikan banget kalau error bentuknya. Gampang dihapus soalnya. Hihihihi.

Untuk eye shadow, saya pakai dari Max Factor Mono Eye Shadow. Kadang sekalian buat eye liner di bawah mata juga. Tinggal aplikasi pakai kuas aja. Walaupun warnanya gelap (abu-abu tua), eye shadow ini ada glitter-nya. So, buat yang suka sama eye shadow matte mungkin kurang cocok. Satu lagi eye shadow andalan saya adalah Liquid Metal Eye Shadow dari The ONE Oriflame. Sesuai namanya, bentuk eye shadow ini liquid dan diaplikasikan pakai kuas. Model-model kayak liquid lipstick gitu, deh. Karena teksturnya kental banget, pake dikit aja udah cetar dan nempel banget di mata. Saya biasanya pakai segaris doang, karena efeknya emang dahsyat banget. Warnanya langsung keluar, kayak kalau kita lagi mewarnai pakai spidol. Hihihihi. 

Maskara? Ini cuma the one and only and recommended banget! 5 in 1 Wonderlash Mascara Waterproof dari The ONE Oriflame. Cuccok! Gagang kuasnya elastis dan fleksibel, mengikuti gerak tangan kita. Bulu kuasnya pendek tapi rapat, jadi setiap helai bulu mata kena semua. Sekali usap, bulu mata langsung panjang and kriting, eh lentik. Hihihi.

Eyeliner is a must for me. Saya punya banyaaaak eyeliner. Suka aja. Hihihi. Yang sekarang lagi suka-sukanya adalah Eyeliner Stylo dari The ONE Oriflame warna hitam. Ini paling praktis karena bentuknya kayak spidol Asli kayak spidol buat menggambar itu. Tinggal buka tutupnya, srat-sret, kelar. Wahaha, me likey! Kata beberapa temen sih cepet abis. Tapi ini saya udah sebulan lebih pakai terus tiap hari, tetep tebel aja, tuh. Sekali usap, nggak perlu diulang lagi. 

Lips


Untuk pelembab bibir saya selalu setia sama NIVEA, terutama yang Fruity Shine Strawberry. Agak ada warnanya dikit sih, tapi gak terlalu keluar. Yang bikin betah, bibir emang jadi gak cepet kering kalau pakai ini dulu sebelum lipstik. Daan wanginya enyaaak. Sluurp. ^_^ Kadang, kalau lagi pengen pake lip shine (jarang banget, sih) saya pakai Fruity Jelly dari Maybelline. Teksturnya agak encer kalau buat saya. Dan karena ujung tube-nya dibuat kayak lipstik dengan lubang kecil di tengahnya, kadang suka kebanyakan keluarnya. Jadi biasanya saya selalu pencet ke ujung jari dulu baru dioleskan ke bibir. 

Untuk lipstik saya rada ribet dikit. Saya nggak pernah pakai satu warna lipstik. Selalu saya kombinasikan. Kombinasi lipstik favorit terbaru saya adalah Color Soft Lipstick warna Cranberry Cream dan Pure Color Lipstick warna Radiant Red. Keduanya produk Oriflame. Harganya muraaah tapi enak banget dipakenya. Terutama Color Soft Lipstick yang dari The ONE Oriflame-nya. Teksturnya lembut dan creamy banget. Warnanya juga langsung nempel di bibir. Daan, wangi masa! Kemasannya kayak crayon anak-anak, dan bisa diputar keluar masuk. Ringkes, kece, syantiex. Rekomen pake banget!

Oh, hampir lupa. Kalau lip liner saya nggak terlalu rajin pake, sih. Tapi kalau lagi pengen, saya cuma punya satu biji dari MAKE OVER. Warnanya juga standard aja merah, namanya Reddish Junk. Lip liner ini kuat banget nempelnya. Kadang pas lagi menghapus lipstik, lipstiknya udah ilang, lip linernya masih stay. 

Cheeks


Blush on buat saya juga penting, biar tetep keliatan kayak anak gadis kinyis-kinyis berpipi merah. Halah. Blush on terbaru kesukaan saya adalah Very Me Cherry My Cheeks dari Oriflame. Kemasannya imuuut banget. Pengaplikasian sebenernya bisa pakai jari aja, colek-colek trus tempel-tempel di pipi. Hihihi. Tapi kalau saya selalu pakai kuas terpisah. Power stay on di wajah lumayan lama. Kadang muka udah berminyak, pas mau touch up bedak, pipi masih meronta-ronta merah. Hihihihi. Warnanya soft kok, cukup untuk bikin kesan malu-malu kambing. Nggak kayak abis ditonjok preman sekampunglah pokoknya. Rekomen? Iyes, dong! 

Hasilnya? Yaah, gini deh! Hahaha! Apa kosmetik andalanmu?