Assalamu'alaikum.
And if you count the blessing from Allah, never will you be able to count them. (QS 14:34)
Guru ngaji saya pernah bilang, "Jangan suka mengeluh hidup susah dan berat. Malu sama Allah, karena yang sudah dikasih dengan gratis oleh Allah jauh lebih banyak dari 'kesulitan' yang kamu keluhkan itu." Kemudian beliau sambung dengan membaca ayat surat Ibrahim ayat 34.
Masih bisa berkumpul dengan keluarga, berkah terindahkah?
Kemarin saya baru nonton film Inside Out. Film itu bercerita tentang beragam emosi dan memori yang tersimpan dalam ingatan manusia. Saat saya menulis ini untuk ikut giveaway Mak Indah Nuria, saya mencoba kilas balik hidup saya 39 tahun ke belakang. Surprisingly, there are more sad memories I can remember than the happy ones. :(
I remember when I didn't get first place on my third grade.
I remember when my basketball team lost.
I remember when I didn't get to enter the most favorite high school.
I remember when I felt jealous because my sister got a better job than I did.
I remember when I feel not pretty among my besties at school.
I remember when I failed to make my parents proud of me.
Saya bisa terus menuliskan daftar keluhan ini sampai besok pagi. Tapi saya teringat ucapan guru ngaji saya tadi, dan mendadak malu, banget.
Tuhan sudah memberi saya banyak sekali sampai hari ini, dan masih aja saya hitung-hitungan sesuatu yang mungkin memang belum diperuntukkan untuk saya. Lalu saya coba untuk menghitung nikmatNya dengan membuat daftar seperti memori sedih saya di atas. Dan saya gelagapan, nggak tahu harus mulai dari mana.
Apa saya harus mulai dari semua bagian dari tubuh saya yang masih berfungsi dengan baik?
Apa saya harus mulai dari keluarga yang masih lengkap dan sehat sampai saat ini?
Apa saya harus mulai dari seorang suami dan dua anak yang selalu menyejukkan hati saya setiap saat?
Apa saya harus mulai dari rumah tempat saya berlindung dari panas dan hujan?
Apa saya harus mulai dari makanan yang selalu tersedia di meja makan?
Apa saya harus mulai dari kendaraan yang bisa saya pakai untuk mengantar jemput anak ke sekolah?
Apa saya harus mulai dari banyaknya sahabat yang saya dapat dari menulis dan blogging?
Apa saya harus mulai dari .... Dari mana?
Setiap pojok dan tikungan, saya melihat berkahNya. Setiap sudut dan ruang, saya merasakan nikmatNya. Setiap langkah dan napas, saya menghirup kasihNya. Iya, saya kelabakan sekarang, mencoba menghitung nikmat dari Tuhan. Dan iya, tidak mungkin saya berhasil melakukannya.
Jika sekarang saya diminta untuk menuliskan berkah terindah apa yang pernah saya dapatkan, saya angkat tangan, Mak Indah. Malu banget rasanya, dari sekian banyak nikmat yang saya terima, harus ada satu yang terindah. Karena semuanya indah, semuanya nikmat dan semuanya diberikan ke saya gratis, gak pake ongkir. Duh!
Yang bisa saya lakukan hanya meminta padaNya, agar saya punya kekuatan untuk mampu mengingat semua berkahNya dan mensyukurinya. Kalau sampai saya jadi manusia yang dengan mudah melupakan kemurahan hati Tuhan, maka saya adalah orang yang sangat rugi dan tidak tahu malu. Jadi, berkah terindah saya dari Tuhan dan jujur, ini saya dapatkan saat menulis postingan ini, adalah sadar kalau berkahNya tak terbatas. Semoga Tuhan tidak membutakan mata saya dan tidak menutup hati saya dengan kekufuran dan rasa tidak bersyukur. Alhamdulillaah, makasih ya, Mak. Jadi kayak abis ditoyor. :')
Tapi, Mak, kalau menang dompet Fossil, pasti jadi melengkapi berkah-berkah indah dalam hidupku, Mak! #ngedrop :v
Tapi, Mak, kalau menang dompet Fossil, pasti jadi melengkapi berkah-berkah indah dalam hidupku, Mak! #ngedrop :v







