Rabu, 22 April 2015

Pulau Bidadari, Pulau Cantik 20 Menit dari Jakarta

Assalamu'alaikum.

Untuk warga Jakarta mepet (baca: Bekasi) seperti saya, wisata ke pantai bisa dibilang cuma bisa diterjemahkan ke dalam satu kata: Ancol. Dari kecil sampai punya anak kecil sekarang, kalau mau piknik ke pantai, tujuannya cuma satu, Ancol. Masalahnya, pantai di Ancol bisa dibilang udah kehilangan hampir semua aspek pantainya. Airnya kotor, warna pasirnya juga butek dan penuh sampah dan ramainya luar biasa. Susah ngebayangin saya bisa rebahan cantik ala model Victoria Secret pakai bikini kalau begini kondisi pantainya. (Yeah, nggak di mana-mana, tetep aja susah sih ngebayangin loe jadi model Victoria Secret, mak!).







Selalu mupeng kalau lihat foto teman-teman yang tinggal di daerah atau yang sedang berkunjung ke kota lain. Kayaknya kok gampang banget nemuin pantai cantik berpasir putih. Siriik. Kapan saya bisa menikmati suasana pantai yang sesungguhnya? Kapaaan? *jeritan hati orang jarang piknik*

Alhamdulillaah. Jeritan hati saya didengar Tuhan lewat undangan Vlogger Gathering dari VIVA Log beberapa hari yang lalu. Saya dan 39 teman Vlogger lainnya diberi kesempatan untuk menikmati wisata One Day Trip ke Pulau Bidadari Eco Resort. Senaaang! Senaaaang! 



Jam 6 pagi saya dan dua teman Vlogger dari Bekasi sudah sampai di area Marina Ancol. Sambil menunggu kedatangan teman-teman yang lain, iseng-iseng saya mengamati suasana dermaga yang baru pertama kali saya datangi itu. Banyak kapal speed boat dan yacht bersandar. Beberapa berlabel Pulau Bidadari. Tidak jauh dari tempat kami menunggu, ternyata ada kantor kecil tempat pemesanan tempat untuk ke Pulau Bidadari. Tempat parkir mobil pun luas dan relatif tampak aman. Khusus tempat parkir mobil ini, menjawab pertanyaan saya, "Apakah aman meletakkan mobil di area dermaga Ancol selama kita piknik ke pulau? Apalagi kalau pakai acara menginap?" Insya Allah aman, deh. Kan sudah masuk area Taman Impian Jaya Ancol.






Jam 8.30, kami semua naik ke atas speed boat menuju Pantai Bidadari. Speed boat dengan kapasitas kurang lebih 60-an seat ini lumayan nyaman. Pelampung pun disediakan untuk tiap penumpang untuk kepentingan kondisi darurat. Baru asik-asik menikmati suasana laut dalam perjalanan, tidak lama ternyata kita sudah sampai. Lho? Cepet banget? Cuma 20 menit! Ini highlite pertama dalam kunjungan saya ke Pulau Bidadari kemarin.



Begitu turun dari speed boat, nggak pakai menunggu lama, highlite kedua langsung tercatat: pantainya berpasir putih! Cantik banget! Aaaak, lari-larian sambil nendang-nendang pasir. Norak! Orang Bekasi belum pernah liat pasir putih, maklumin aja, ya. 





Rombongan disambut dengan welcome drink yang segar dan juga welcome dance yang OK-lah. Hihihhihi. Masalahnya suasananya emang panas. Namanya juga pantai. Pihak pengelola Pulau Bidadari Eco Resort pun tidak buang-buang waktu. Kami langsung diajak jalan-jalan keliling pulau dengan seorang guide yang menjelaskan semua obyek dan fasilitas yang ada di sana.

Pulau seluar 6,5 hektar ini jadi terasa tidak melelahkan untuk dieksplore sambil jalan kaki (bahkan oleh seorang pemalas jalan kayak saya ini) karena begitu banyaknya obyek yang kami lihat. 



Dimulai dari menyusuri pantai tempat dermaga kapal bersandar, kami berjalan masuk mulai memutari Pulau Bidadari. Mulai dari mana, nih

Pulau Bidadari adalah pulau resort, artinya isinya ya resort milik Pulau Bidadari yang dikelola oleh PT. SeaBreez Indonesia. Tidak ada penduduk lokal dan nelayan di sana. Begitu kaki kita menginjak pasir putih di dermaga Pulau Bidadari, kita sudah masuk dalam area resort. 




Apa saja kegiatan yang bisa dilakukan di Pulau Bidadari Eco Resort? Dengan pilihan beragam cottage di sana, termasuk floating cottage di atas laut-nya yang sangat beraroma romantis dan honeymoon sekali, tentu saja menginap bisa jadi pilihan. Tapi kalau cuma punya waktu satu hari, tidak menginap pun bisa. Ingat highlite pertama saya? Pulau ini cuma berjarak 20 menit dari Jakarta.





Wisata sejarah juga bisa kita lakukan dengan mengeksplor seluruh pulau karena pulau ini dipenuhi dengan peninggalan masa kolonial Belanda. Termasuk di dalamnya masih terdapat puing-puing reruntuhan Benteng Martello (Martello Castle). 





Sesuai dengan namanya yang menyandang Eco Resort, Pulau Bidadari juga menawarkan kegatan berbau-bau ramah lingkungan. Antara lain, kita bisa mengamati satwa seperti elang bondol, rusa totol, biawak bahkan lumba-lumba yang dipelihara di kolam khusus dalam area resort. Kalau waktunya pas, kita bisa ikut memberi makan si dolphin lucu itu. 



Menyusuri bagian tengah pulau, kita bisa menyusuri hutan lindung yang terdiri dari beragam pohon langka. Ini obyek belajar yang mengasyikkan, nggak cuma buat anak-anak, bahkan orang dewasa seperti saya. Jujur, ini pertama kalinya saya melihat hutan bakau.






Nama eco resort juga diusung oleh Pulau Bidadari karena mereka pun menyediakan kegiatan go-green bagi pengunjung yang berminat di Saung Kreatif, seperti pengolahan air limbah, pembuatan kompos dan pembuatan kertas daur ulang. Selain itu kita bisa berkreasi membuat prakarya dengan memakai kerang-kerang di sekitar pantai. 



Buat yang ngincer wisata air, Pulau Bidadari dilengkapi dengan fasilitas banana boat dan kano. Selain itu pantainya yang ramah (tidak terlalu berombak) relatif aman untuk berenang dalam jarak tertentu. Kegiatan memancing pun bisa dilakukan di sana 

Highlite ketiga yang saya catat di Pulau Bidadari adalah pemandangan pantainya yang cantik. Nggak heran, saat keliling pulau saya sempat melihat beberapa pasang pengantin sedang melakukan pre-wed photo session. Pilihan yang pas karena background romantisnya dapet banget.






Setelah puas mengelilingi Pulau Bidadari, kesimpulan saya satu: resort cantik ini pas banget untuk kegiatan gathering keluarga, kantor atau sekolah. Pilihan pun terbuka lebar, mau menginap atau hanya satu hari di sana. Tetap puas. Apalagi dalam perjalan pulang dengan speed boat yang sama, kami dibawa untuk melihat 3 pulau terdekat di sekitar Pulau Bidadari: Pulau Onrust, Kelor dan Kahyangan.



Satu hari tidak terasa sama sekali. Saya bahkan nggak sadar kalau ternyata satu pulau saya langkahi hari itu. Begitu banyak yang bisa dinikmati di Pulau Bidadari Eco Resort. Tinggal menyesuaikan aja sama budget dan waktu yang kita miliki. By the way, kalau malas jalan kaki, ya naik sepeda aja kali keliling pulaunya. Gitu aja kok repot. Hihihihi. 

Di bawah ini info terbaru seputar rate, fasilitas, tempat pemesanan dan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan di Pulau Bidadari Eco Resort. So, kalau ada yang mau ke sana, ajak saya, ya. :D 






16 komentar:

  1. Menginap di cottage Pulau Bidadari pasti menyenangkan tuh~ apalagi bersantai floating cottage sambil menatap laut~~ duhhhh! :D

    BalasHapus
  2. Wah, keren yah pulau bidadari

    BalasHapus
  3. Hwaa pas banget, udah masukin pulau bidadari ke list tempat liburan ^_^ cipok2in, kl mbak gaoel yg cerita, aku percaya deh hihihi

    BalasHapus
  4. Wah,keren banget nih pulau mbak :)

    BalasHapus
  5. Mak, mampir ke Pantai Linau di blog saya, deh, kerennya bikin ngiri haha http://ariansahidi.blogspot.com/2015/04/pesona-pantai-linau.html

    BalasHapus
  6. hi hi hi
    fotonya banyak banget bu :)
    yang sama patung itu narsis banget
    ekspresinya gimana gitu

    *serupa tapi tak sama

    BalasHapus
  7. Pulau bidadari lebih cantik kalau di datengin mbak winda

    BalasHapus
  8. Aaaaak.. Pengen ke sana jugak, Mbaaaak :D

    BalasHapus
  9. Wow 20 menit maktir, kueren banget yaa ada resort nya seebrez, hanimun disana enak kali yaa :D

    BalasHapus
  10. deket berarti ya mak,seru ya pulaunya.asik buat kumpul keluarga...

    BalasHapus
  11. Benar-benar pulau yang indah, seindah namanya.

    BalasHapus
  12. Kebayang nginep di floating cottagenya mak, pulang dari situ bakalan tambah anak ya mak.....

    BalasHapus
  13. Ah ... harus nya kau ikut nich ihik ihik

    BalasHapus
  14. Memang betul-betul cantik ya mak...

    BalasHapus
  15. keren sekali pemandangan laut nya entah kapan saya bisa nyusul kesana

    BalasHapus
  16. Dapet undangan gratis gitu caranya gimana ya? Pingin deh

    BalasHapus