 |
| publicrecordsresearch.net |
“Ketemuan dong, Ky…,” ujar Sandra dengan nada memelas.
Decky tidak habis mengerti bagaimana Snadra bisa jadi perempuan yang desperate seperti pagi tadi saat mengucapkan kalimat itu padanya melalui telepon.
“Ada apa, San? Gue agak-agak nggak enak mau ketemuan sama lo sekarang, setelah inget gimana Reza kayanya kesel banget sama gue waktu di rumah lo itu,” kata Decky masih tidak mengerti.
“Justru itu, gue mau ngomongin itu,” jawab Sandra dengan suara pelan dan lemah.
Decky mengernyitkan dahi mendengarnya. Sampai sekarang dia masih belum paham benar kenapa Reza bersikap tidak ramah padanya waktu dia datang ke rumah mereka. Dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun waktu itu. Yang pasti, sebelum dia datang pun dia sudah berusaha memastikan kalau Reza ada di rumahnya bersama Sandra.
Andainya Reza cemburu padanya, alasan apa yang bisa membuatnya berpikir demikian? Itu yang Decky tidak paham sampai sekarang. Dia memang tidak terlalu dekat dengan Reza, karena Reza bukan temannya seperti Sandra. Tapi kenyataan kalau mereka adalah suami istri tentu saja harusnya bisa menjadi alasan kuat bagi Decky bahwa Reza tidak pantas cemburu padanya. Harusnya pasangan suami istri itu kan berbagi semua cerita, bukan? Sewajarnya Reza tahu bagaimana perasaannya pada Kayla selama ini melalui cerita-cerita Sandra. Atau jangan-jangan mereka tidak pernah saling bercerita satu sama lain? Ah, itu aneh sekali. Kalau memang begitu kenyataannya, Decky tidak bisa menyalahkan Reza.