Minggu, 13 Januari 2013

Nyari Stoples Bekas Untuk Tahun 2013

  42 comments    
categories: 
SELAMAT TAHUN BARUUUU!!!!!!

 Plak! Telat woy, mak!
Wkwkwkwkk, maap ya maap! Selalu gini nih tiap mau tahun baru, selalu kena "penyakit" khusus orang kece: MALES. -_-!

Image from http://forum.xcitefun.net/greetings-and-wishes-for-2013-happy-new-year-t80508.html

Ngapain aja nih ngapain aja nih tahun baruannya? Hihihihihi....udah telat, nanyanya basi pulak. Saya dong, ngumpul sama keluarga. Erhm, sesuatu kan ya?
Malam tahun baru nggak kemana-mana sih, seperti biasa. Nggak tahu kenapa, saya nggak pernah selera mau ngerayain tahun baru di luar rumah, apalagi di tempat-tempat keramean. Baru liat kerumunan orang di TV aja saya udah capek dan pengen dipijit, gimana kalau di sana? Apalagi tahun ini, Pak Jokowi bikin acara spektakuler buat ngerayain tahun baru 2013: PaCar Free Night! Hihihihihi.... Sepanjang jalan Sudirman sampe Thamrin ditutup dari jam 7 malem sampe jam 2 pagi pas malam tahun baru, kalo nggak salah. Wadaaaah, saya liat di TV manusianyaaa...banjiiirrr....penuh bangeeet... :| Mendadak saya jadi pengen dipijit lagi. (Doyan lu mah, mak!)

Pas malam tahun baru, saya liat di timeline Twitter, si @RiaTumimomor share gambar ini:

Selasa, 18 Desember 2012

Anak Hilang di Mal

  23 comments    
categories: 
Maaaak! Siapa yang pernah ngalamin anak hilang di mal, mak?
Saya pernah, mak... :((( Sekitar tahun 2008, di Metropolitan Mal Bekasi. Waktu itu saya sedang hamil anak kedua dan si sulung umurnya belum 5 tahun. Saya, suami dan anak pergi ke mal siang hari. Kondisi mal waktu itu ramai sekali karena sedang ada pameran di lobi utama. Musik berdentum-dentum keras, sehingga buat ngobrol pun susah. Belum lagi stand-stand dadakan yang bikin lobi makin penuh sesak. Orang lalu lalang liat-liat stand pameran dan sebagian berdiri ngerubungin stage, nonton performance di panggung. Pokoknya riweuh deh, mak.

Image from http://mrsmommyholic.blogspot.com/2012_09_01_archive.html
`
Nah, pas lagi riweuh-riweuhnya gitu, saya dan suami misah. Si abang (suami) sambil ngasih kode sekilas nunjuk ke arah panggung. Saya pun ngangguk tanda paham kalau dia mau nonton pertunjukkan di stage. Saya pun lanjut liat-liat stand pameran. Saat sedang melihat-lihat itu ada sedikit perasaan was-was melintas dalam hati. Soalnya si Fadhil, anak saya, sedang tidak bersama saya. Akhirnya saya juga jadi nggak betah sendiri ngeliat-liat dan memutuskan untuk bergabung dengan suami dan anak saya.

Jeng jeeeeng! Di sinilah drama dimulai. Saat saya melihat suami sedang asyik nonton orang di panggung, saya nggak liat Fadhil dekat dia. Tapi saya nggak mau panik dulu. Saya colek dia sambil nanya, "Fadhil mana?"
Si abang dengan muka polos bilang, "Lho? Bukannya sama kamu?"

Senin, 03 Desember 2012

Review Novel A Love at First Sight (2012 End of Year Book Contest)

  9 comments    
categories: ,
Judul:            A Love at First Sight (Cinta pada Pandangan Pertama)
Pengarang:   Jennifer E. Smith
Penerjemah: Linda Boentaram
Penerbit:      Qanita, PT. Mizan Pustaka
Tebal:          316 halaman


Blurb:

Hadley Sullivan seperti mengalami mimpi buruk saat dia ketinggalan pesawat ke London. Tapi Oliver, cowok Inggris keren, mengubah kesialan Hadley menjadi sebuah kisah romantis. Mereka bertemu di bandara, secara kebetulan duduk bersebelahan dalam penerbangan susulan Hadley. Dimulailah bincang-bincang yang langsung mendekatkan keduanya; Dickens, kue pretzel, awan kumulus hingga pernikahan.

Setibanya di London, keduanya terpisah satu sama lain. Namun Hadley telah merindukan Oliver dan bertekad untuk mencari cowok itu. Permasalahannya, London bukanlah kota kecil, terlebih bertualang dengan kereta bawah tanah dan menyusuri gang-gang tua tak dikenal bukanlah keahlian Hadley. Berhasilkah Hadley menemukan cinta pertamanya?

Kamis, 29 November 2012

Curhat Bini Wartawan dan Komentator Bola

  19 comments    
categories: 
Beberapa hari ini ada satu hal yang mengganggu pikiran saya. Tsahelah! Sok mikirin negara beud! Wkwkwkwkwk.... Etapi, serius, nih! Agak-agak nelongso gimanaaa gitu. Ihik.

Berawal dari sebuah twit yang nggak sengaja kebaca yang isinya ngetawain kerjaan seseorang. Bukan ngetawain sih, cuma ngenye' gitu. Katanya, "Komentator bola kan taunya cuma komentar doang, coba suruh main bola, mana bisaa! Hahahaha!" Lah, ekeh sensiiii, booo! Wakakakakakkkk....

Ya, kenalkeun, saya teh istri seorang wartawan sepakbola yang kebetulan suka jadi komentator sepakbola di tipi-tipi. Aduh ya, gitu aja sensi gue? Hihihihihi, ya gimana, yaaa! Bukan masalah bisa atau nggaknya main bola sih yang jadi masalah. Soalnya kalau begitu, emang suami saya (kayanya) nggak jago-jago amat sih main bola. Hahahahaa.... Tapi nada ngenye' dalam ucapan itu (yang bukan kebetulan) bukan pertama kalinya saya dengar. Jadi saya mau cerita-cerita dikit nih tentang seluk-beluk dunia komentator sepakbola yang diarungi oleh suami saya. Bukan buat membela, karena menurut saya nggak ada yang perlu dibela, tapi sekedar buat menambah pengetahuan aja buat kita semua.


Rabu, 21 November 2012

Arisan Kopdar di Kompasianival 2012

  12 comments    
categories: ,
Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim).

Sebagai manusia abad maya begini, kopdar saya kategorikan sebagai salah satu ajang menyambung tali persaudaraan atau silaturahim, disamping arisan RT, rapat orang tua murid di sekolah, pengajian, kawinan, sunatan, menjenguk orang sakit, dan lain-lain. Saya selalu merasa berat melepaskan satu kesempatan untuk bisa bertemu saudara atau teman. Saya emang "banci" kopdar....wkwkwkwk....

Sabtu kemarin, 17 November 2012, saya dan suami akhirnya memutuskan untuk belok ke Gandaria City dalam perjalanan menuju Ciledug (rumah mertua). Di sana sedang diadakan acara KOMPASIANIVAL (ulang tahun Kompasiana). Mengingat sebagian besar teman-teman blogger saya akan hadir di acara itu dan juga tempat yang searah dengan tujuan kami, akhirnya kami memutuskan untuk "mampir".

Judulnya sih mampir, akhirnya malah berjam-jam di sana. Lah, gimana nggaaak, ketemu temen-temen di sana nggak selesai-selesai. Hahahahaa... Belum ngekek-ngegek, ngakak-ngakak dan ngikik-ngikiknya.  Nggak kayak KOMPASIANIVAL tahun lalu yang saya hadiri juga, acara tahun ini memang lebih "ramah" komunitas. Dibandingkan dengan acara tahun lalu yang "ramah" sponsor, jadinya tahun ini KOMPASIANIVAL buat saya lebih menarik. Booth yang mengisi Skenoo Hall di Gancit diisi oleh komunitas-komunitas blogger yang sebagian berkumpul di Kompasiana dan sebagian lagi dari blog di luar Kompasiana. Dan syukuur alhamdulillaah, kali ini ada booth yang jual makanan dan minuman juga. Aaah, sesuatu! ^_^

Saya sempatkan mampir ke semua booth yang ada di sana, kaena sebagian besar yang mengisi ya teman-teman saya di dunia maya. Ini beberapa yang tertangkap di kamera.

Kamis, 15 November 2012

Nana Ikut Kontes Angry Baby Angry Kid

  14 comments    
categories: ,
Iseng-iseng ngintip postingan-postingan baru di grup KEB (Emak-emak Blogger) beberapa hari yang lalu, saya nemuin tautan ke Blog Teteh Leyla Imtichanah yang lagi ngadain GA berhadiah buku-buku yang ditulisnya. Sebenernya saya suka rada garing emang soal ikut-ikut GA gini. Maksudnya, semangat banget pas baca ketentuan dan cara ikutannya, tapi ntar pasti lupaaaa sampe deadlinenya kelewat. Ngahahahaa... Garing banget, kaaan?

Tapi tapi, GA Teh Leyla ini judulnya aja udah bikin mesem-mesem sendiri. Menarik banget! Langsung niat banget, HARUS ikut! Judul GA-nya "Kontes Angry Baby, Angry Kid." Wakakakakakkkk! Sempet salah baca, kirain Kontes Angry Bird....halah! -_-

Langsung ngudak-ngudak album foto, dan lalu bengong. Ih, si Nana (Safina) anak gw nggak punya ekspresi marah yang ketangkep di kamera, lho! Huhuhuhu, ni anak dari bayi emang sadar kamera banget soalnya. Ngeliat orang mau moto dia, langsung pasang senyum manis. Laaah... pagimana dooong?
Nggak percaya? Coba liat koleksi foto-foto Nana ini, deh!

Difoto mau minum nggak lupa pasang senyum

Selasa, 13 November 2012

Tiga Bintang Untuk Drama Queen-nya Rizcha! :)

  5 comments    
categories: ,
Membaca judul buku ini--Confession of A Silly Drama Queen--mau tidak mau membuat saya teringat dengan sebuah novel bestseller yang ditulis oleh Sophie Kinsella; Confession of A Shopaholic. Bunyi judul memang bisa jadi faktor X untuk para book hunter di toko buku. Seandainya saya nggak kenal sama Citra Rizcha Maya, sang penulis, ada kemungkinan juga buku tersebut sempat saya timang-timang untuk dipertimbangkan, "Bawa ke kasir atau nggak, ya?" Jujur, buku ini terlalu tipis untuk ukuran novel, tapi mungkin memang pas untuk bacaan ringan. Tebalnya hanya 113 halaman. Buat saya yang sering "pelit" ngeluarin duit, memilih bacaan dengan teliti penting banget. Artinya, ketebalan buku pun jadi pertimbangan tersendiri. Hihihihi... Selain tebal tipisnya buku, nama penulis, blurp (semacam teaser di bagan belakang buku) dan kadang cover pun jadi pertimbangan.

Membeli buku yang ditulis oleh teman sendiri adalah bentuk kita menghargai karyanya. ;)

Saat memegang buku Rizcha ini, saya kesampingkan fakta kalau buku ini terlalu tipis untuk saya. Karena faktor-faktor lain yang rasanya lebih mengambil alih sebagian besar pertimbangan saya untuk mengembalikannya ke rak buku. Ya, Rizcha adalah teman seperjuangan saya dalam menulis. Saya tahu benar sepak terjangnya ikut lomba menulis ini dan itu, karena hampir sebagian besar lomba menulis yang sama kami ikuti. Selain itu, I can't resist anything pinkish or purplish. Hahahaha, warna covernya unyu banget! Belum lagi judulnya yang mengingatkan akan karya fenomenal penulis favorit saya, Sophie Kinsella. "OK, kamu masuk ke dalam keranjang belanjaan saya," ujar saya pada buku Rizcha itu. Maka saya pun ikhlas mengeluarkan uang sebesar Rp 28.000,- untuk membelinya.

Minggu, 11 November 2012

Jujur Tak Hanya Butuh Mulut Untuk Mengungkapkannya

  9 comments    
categories: 
"Mengatakan secara terus terang apa yg kita pikirkan, apalagi tentang orang lain, bukan selalu berarti kejujuran yang patut dibangga-banggakan." Aksara, bertelekan pada sisi meja. Aku tidak bisa menebak apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Di dalam pikiranku, dia sangat yummy, delicious, harus aku berterus-terang?--Jasmine, #Nanowrimo2012 (Cuplikan Novel Gratcia Siahaya)

 "Pake kata lugas cenderung kasar. kejujuran katanya .. tapi di wilayah publik itu kaya orang gila di perempatan. seperti juga status ini :)) (Status Facebook Dimas Nur)


Nilai paling mendasar yang diajarkan kepada tiap kita oleh para orang tua dan pendidik adalah kejujuran. "Jadilah orang jujur, nak!" Ya, kejujuran adalah moral paling dasar untuk menjadi manusia yang bernilai di mata manusia lain dan Tuhan. Saat kita kecil, kejujuran equal dengan yang disebut "nggak boleh bohong". Berbohong artinya tidak jujur. Dan kita mengaplikasikannya dengan berusaha untuk tidak berkata bohong. Saat ditanya, "Kamu sudah sholat?" maka jawablah dengan jujur, "Belum," kalau memang kita belum sholat. Jangan bilang, "Sudah," padahal belum melakukannya. Itu bohong! Saat ditanya, "Masih puasa?" jawablah dengan jujur, "Tidak," kalau memang tadi secara sadar sudah menenggak seglas air dingin saat lewat dispenser minuman. :))) Begitu mudahnya mengaplikasikan kejujuran bagi seorang anak yang cara berpikirnya masih sangat sederhana dan jauh dari kompleksitas.